News Update!

Selasa, 19 April 2016

MIRIS!... MASIH ADA WARGA MISKIN DI DESA SUMBERSUKO



PORTAL SUMBERSUKO
Publikasi : Slamet
Sumber berita : FB  Andi Kustiawan Wijaya
Sumbersuko terkenal dengan desa kaya serta kesejahteraan warganya, terbukti, masing masing Kepala Keluarga rata-rata memiliki 2 buah sepeda motor, warga yang miskin itupun masih tergolong produktif dan mendapatkan jatah raskin dari Pemerintah Desa Sumbersuko. Missalkan buruh tani dan pekerja serabutan yang berusia lanjut. Beda dengan Desa Wonosunyo misalkan rumah bambu dengan perabot seadanya itu masuk kategori warga tidak miskin, maka karekteristik tolok ukur tingkat kemiskinan warga juga berbeda antara desa satu dengan desa lainnya.
Namun ketika admin lagi mencari hal hal baru di dunia maya, ternyata menemukan sebuah berita yang mengejutkan, dan admin tidak menganggap bahwa ini rupanya terjadi kebetulan atau tidak, admin hanya menyampaikan bahwa masih ada warga yang lebih miskin dari yang sebelumnya tidak pernah kami kira adanya.
Seperti yang di unggah di media social facebbok milik Andi Kustiawan Wijaya, salah seorang kepala keluarga yang ada di Dusun Kaliputih ini benar-benar miskin tak terkira, bagaimana tidak, dia rela tidak membuka usaha warung kawatir terjadi competitor dengan usaha tetangganya. Perlu adanya pencarian informasi asal usul warga tersebut, apakah asli penduduk Desa Sumbersuko atau pendatang, mengingat warga pendatang dari luar daerah juga banyak, namun alangkah baiknya jika kita tidak berfikir asal usulnya, berikut ini berita dari akun Fb Andi




“Mbah misdi dan mbah mistiah adalah sepasang lansia yang hidup berdua tepat di samping sumber mata air Dusun kaliputih.

Mbah misdi sehari-hari bekerja sebagai tukang urut dan mbah mistihah membantu kebutuhan dengan mengumpulkan barang2 plastik bekas untuk di jual ke pengepul.

Hidupnya sangat sederhana di gubug kayu, harta yang mereka miliki hanya sebuah dipan kayu tanpa kasur tempat melepas penat mereka setelah letih bekerja seharian ...

Bagi mbah misdi dan mbah mistiah sudah cukup untuk makan saja mereka sangat bersyukur. Sebenarnya tempat tinggal mereka sangat strategis untuk berjualan kopi atau toko kecil. tapi mbah tidak mau karena sudah ada warung di sebelah mereka dan takut mengganggu rezeki orang ...

Sehat nggeh mbah ... Semoga banyak yg menggunakan jasa urut mbah ...”

Tutur Andi Kustiawan di akun FBnya .


Semoga siapapun yang membaca berita ini ada kepedulian social baik dari pihak pemerintah Desa  maupun donatur swasta serta instansi terkait.

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan di komentari yang sopan dan santun, komentar langsung muncul disini, pilih anonymous atau lainnya, oke