News Update!

Kamis, 29 Desember 2022

PEMILIHAN ANGGOTA BPD DAPIL V DESA SUMBERSUKO (Wujud Kebersamaan dan Keterbukaan)

    Gus Luthfi Sumberingin  



Hujan ringan yang menyapa sejak Rabu sore (28/12/22) seakan merestui adanya gawe besar perhelatan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dapil V Desa Sumbersuko yang mewakili Dusun Sumberingin 1 dan Dusun Wonogriyo. Betapa tidak, hujan yang merupakan Rahmat dari Allah ini membuat panitia makin semangat untuk mempersiapkan acara. Bahkan PLN mati sejak menjelang adzan Magrib pun tidak menyurutkan langkah panitia yang dikomando oleh Mas Irfan selaku Ketua Karang Taruna Pelangi untuk mempersiapkan acara meski dalam kondisi gelap. Informasi dari PLN di mana lampu mati hanya 1 jam dan menurut perhitungan panitia, lampu sudah akan menyala sebelum acara dimulai tidak membuat mereka terlena. Genset mereka siagakan sekaligus untuk menerangi teman-teman dalam menggelar tikar dan menyiapkan konsumsi.

Ba’da sholat isya, lokasi acara dan konsumsi telah siap dibantu penerangan lampu TL dari Genset milik Karang Taruna Pelangi. Tak lupa screen (layar) juga sudah terpasang serta proyektor sudah dinyalakan, pertanda persiapan dari panitia sudah final.

Satu persatu undangan mulai mengalir memenuhi lokasi yang di gelar di tempat parkir Masjid Jamik At-Taufiq Sumberingin. Sebuah lokasi yang cukup strategis dan dapat dijangkau secara adil baik dari wilayah Sumberingin 1 maupun Wonogriyo karena tepat berada di tengah-tengah. Undangan yang terdiri dari para Ketua RT beserta dua perwakilan warganya, para Ketua RW, Para Ketua Karang Taruna baik dari Sumberingin 1 maupun Wonogriyo, serta Para Kepala Wilayah (Kepwil) tampak sudah memenuhi tikar dan karpet serta menikmati hidangan yang disiapkan panitia. Tercatat ada 28 undangan yang mempunyai hak suara sudah siap mengikuti acara. Rombongan Ketua BPD dan anggotanya serta Sekretaris Desa juga sudah kelihatan ikut melingkar di forum pemilihan anggota BPD.




Bapak Suwandi, SPd.I selaku Ketua BPD Sumbersuko membuka acara sekaligus menjelaskan latar belakang perlunya diadakan pemilihan anggota BPD dari Dapil V untuk menggantikan anggota yang mengundurkan diri karena menjabat sebagai salah satu perangkat desa yaitu Kepala Dusun Wonogriyo. Diharapkan sebelum tahun 2023 sudah ada penggantinya. Dan tadi malam, rencana tersebut tampaknya berhasil karena acara pemilihan terlaksana sebelum tahun berganti menuju tahun 2023.

Sambutan kedua disampaikan Kepala Wilayah Dusun Sumberingin 1, Bapak Muzaki. Selaku tuan rumah beliau mengucapkan terima kasih sekaligus berharap acara pemilihan berlangsung dengan lancar. Atas segala kekurangan, beliau mewakili panitia mengucapkan permohonan maaf kepada para undangan.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Sekretaris Desa Sumbersuko, Bapak M. Ibadillah. Beliau mewakili Kepala Desa Sumbersuko yang berhalangan hadir sekaligus menjelaskan beberapa peraturan terkait pemilihan anggota BPD serta peran Pemerintah Desa beserta BPD. Sehingga ketika kedua lembaga tersebut bersinergi disebut Pemerintahan Desa Sumbersuko.

Tiba pada inti acara yaitu pemilihan anggota BPD yang dipandu oleh Bapak Masyhudi Luthfi, Ketua RW 05 Sumberingin 1. Dari penjaringan awal, spontan muncul empat calon yaitu: Mbak Merta, Mbak Anik, Mbak Anis, dan Mbak Nurul. Sesuai kesepakatan awal, bahwa jika ada lebih dari tiga calon maka akan ada dua tahap pemilihan. Ke-empat calon tersebut kemudian mengambil nomor undian yang berupa huruf abjad. Dari pemilihan tahap awal, diperoleh suara sebagai berikut:

A.    Merta (10 suara/36%)

B.      Anik (1 suara/4%)

C.     Anis (9 suara/32%)

D.    Nurul (7 suara/25%)

E.      Tidak Sah (1 suara/4%)

TOTAL SUARA: 28



Dari pemilihan tahap pertama, maka 3 besar langsung masuk ke tahap berikutnya. Panitia kemudian memberikan nomor undian lagi kepada para calon sekaligus membagikan kertas suara berlogo panitia pemilihan anggota BPD Dapil V kepada para pemilih seperti pada pemilihan tahap pertama. Tidak perlu waktu lama karena sistem pemilihan sudah komputerisasi sehingga hasil perhitungan sekaligus prosentase bisa langsung dilihat di screen (layar) secara real time. Begitu perhitungan selesai, saat itu pula hasilnya bisa langsung diketahui di layar yang terpampang di sisi timur.

Hasil dari pemilihan calon anggota BPD Dapil V didapatkan perolehan suara sebagai berikut:

A.   Merta (8 suara/29%)

B.    Anis (12 suara/43%)

C.   Nurul (8 suara/29%)

TOTAL SUARA: 28 suara


Seketika aplaus tepuk tangan menggema dan ucapan selamat diberikan kepada Mbak Anis yang memperoleh 12 suara atau 43% suara. Acara yang berlangsung secara transparan dengan memberi wewenang kepada Para Ketua RT untuk menjaring warganya dicalonkan menjadi anggota BPD serta sistem pelaksanaan yang sudah komputerasi dan sangat terbuka membuat semua pihak menerima dengan lapang dada dan senang hati.

Setelah penandatanganan Berita Acara untuk mengesahkan Mbak Anis sebagai anggota BPD dari Dapil V Desa Sumbersuko, acara ditutup dengan doa oleh Bapak Suwandi, S.Pd.I dengan harapan semoga calon yang terpilih dapat membawa amanah dengan baik dan jujur.

 














Minggu, 04 Desember 2022

Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan Ketua MKKS SMKS Kab. Pasuruan "Meningkatkan Sinergitas dan Komunikasi Antar Kepala SMK Swasta"

 

Radar Penanggungan|M. Sueb. MM


Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta se-Kabupaten Pasuruan  Jawa Timur resmi berganti pimpinan setelah di lakukan pengukuhan dan serah terima jabatan di salah satu hotel di Yogyakata  Sabtu (03/12/22). 

Seluruh anggota MKKS SMK Swasta Kab. Pasuruan  yang hadir menjadi saksi dalam kegiatan pengukuhan dan  serah  terima jabatan oleh Wiwit Dwi Purwono, S.Th.I Ketua  periode 2017-2022 kepada Yusuf, MM., Ketua MKKS SMKS Kab. Pasuruan periode 2023-2028.

Wiwit selaku ketua lama dalam sambutannya mengatakan ucapan selamat kepada ketua terpilih dan dengan berakhirnya masa jabatan ketua periode 2017-2023 maka berakhir pula jabatannya sebagai Ketua MKKS SMKS Kab. Pasuruan. “Jabatan ketua MKKS yang sudah saya emban kurang lebih hampir dua tahun melanjutkan kepemimpinan ketua MKKS SMKS  sebelumnya yang telah habis masa jabatan sebagai kepala sekolah maka saya selaku ketua mengemban amanah  program pengurus sebelumnya dan alhamdulillah program kerja MKKS SMKS telah terealisasi semuanya dan berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Wiwit.

Wiwit juga menyampaikan ucapan terima kasih sedalam dalamnya atas kerjasama dan dukungan yang telah diberikan selama menjabat sebagai ketua. “Saya berterima kasih banyak kepada semua pengurus dan anggota yang telah menyukseskan semua program kerja MKKS SMKS kab. Pasuruan. Saya juga meminta maaf apabila dalam kepemimpinan saya telah berbuat kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja selama menjalankan amanah,” lanjutnya


Sementara itu, Yusuf Selaku ketua baru dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota MKKS SMKS Kab. Pasuruan yang hadir karena telah mempercayakan dirinya menjabat sebagai Ketua MKKS SMKS kab. Pasuruan yang baru. “Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota MKKS SMKS Kab. Pasuruan yang telah memberikan amanah untuk menjadi ketua MKKS SMKS kab. Pasuruan periode 2023 -2028.

Tidak hanya itu Yusuf Juga berharap MKKS SMK Swasta Kabupaten Pasuruan semakin solid dan kompak dalam memajukan dunia pendidikan khususnya SMK." Semoga SMK kedepannya bisa lebih solid, lebih kompak, lebih kuat, lebih sinergi untuk kemajuan SMK swasta di Kabupaten Pasuruan," kata Yusuf.

Kemudian serah terima jabatan tersebut diakhiri dengan kegiatan penyerahan laporan pertanggungjawaban pengurus lama kepada ketua MKKS SMKS Kab. Pasuruan terpilih. Kemudian kegiatan ditutup dengan doa, dan dilanjutkan dengan kegiatan studi banding di sekitar Yogyakarta.







.

Jumat, 02 Desember 2022

Kampung Tape di Desa Candi Binangun kedatangan Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Manejemen (PDIM) 2022 Universitas Negeri Malang


Radar Penanggulangan - M. Dayat, S.PdI. MM


Selain berkunjung ke sentra industri tempe di parerejo Purwodadi, dihari yang sama yakni jum’at 02 Desember 2022 mahasiswa PDIM 2022 UM juga melakukan kunjungan ke sentra industri/UMKM Tape di desa Candi Binangun. Di sentra industri tape Candi Binangun mahasiswa PDIM disambut oleh jajaran perangkat desa setempat, turut hadir juga babin kamtibmas, dan para pelaku industri produksi tape di kantor kepala desa Candi Binangun.


Setelah dari kantor kepala desa, para mahasiswa dengan di damping oleh Dosen Pendamping Dr. Madziatul Churiyah, S.Pd., MM mengunjungi beberapa pusat produksi tape yang ada di desa candi Binangun,  disana para mahasiswa bisa melihat secara langsung  proses produksi berbagai jenis tape, mulai pengolahan bahan baku (singkong), proses pembuatan, sampai pengemasan. Hasil dari produksi tape warga Candi Binangun ini dipasarkan ke beberapa daerah diantaranya Pasuruan sendiri, Bondowoso, Malang, Surabaya dan lain sebagainya bahkan sempat pula ekspor ke hongkong. Namun banyak hal yang menjadi kendala dan tantangan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM tape disana untuk meningkatkan kapasitas produksinya dan juga pemasarannya, salah satu yang paling dirasakan sebagai kendala adalah permodalan, dan kelangkaan bahan baku yang berkualitas di wilayah Kabupaten Pasuruan sendiri. Hal ini menyebabkan produsen tape di Candi Binangun harus mendatangkan singkong dari luar kabupaten Pasuruan yakni Malang, atau bahkan Banyuwangi yang berakibat costnya semakin tinggi.


Bu Zaenab dan juga bu Mus selaku pelaku usaha tape sekaligus yang mendampingi para mahasiswa untuk berkunjung kebeberapa pengrajian menuturkan, bahwa selain kendala modal dan juga bahan baku hal yang paling diharapkan oleh mereka adalah dukungan dari pemerintah daerah dan juga para akademisi untuk terus mendorong dan juga berperan memajukan UMKM yang ada, karena memilki potensi yang cukup besar, dengan berbagai varian jenis olahan tape yang bisa diproduksi oleh warga candi Binangun hampir bisa dikatakan sudah memiliki brand sebagai makanan khas dan oleh-oleh. 


Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang untuk mempertajam teori-teori Manajemen UMKM dan Kewirausahaan yang di ampuh oleh Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si dan Prof. Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus dalam memperkuat ekonomi negara melalui pemberdayaan UMKM.







Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Manejemen (PDIM) 2022 Universitas Negeri Malang kunjungi Omah Edukasi Tempe


Portal Sumbersuko | M. Dayat, S.PdI MM

 Untuk memperkuat penguasaan dan pengayaan mata kuliah Manajemen UMKM dan Kewirausahaan yang di ampu oleh Prof. Dr. Sudarmiatin, M.Si dan Prof. Dr. Agus Hermawan, GradDipMgt., M.Si., M.Bus sekaligus untuk mendukung peran UMKM dalam memperkuat ekonomi negara, mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Malang melakukan kunjungan ke Kampung Tempe Parerejo Purwodadi Pasuruan tepatnya ke Omah Edukasi Tempe pada hari Jum’at tanggal 02 Desember 2022. Para mahasiswa banyak berdiskusi tentang banyak hal dengan para pengurus omah edukasi tempe dan juga para pengrajin di sana, mulai dari tata kelola usaha, manajemen produksi, sumber daya manusia, pemasaran, dan juga kendala dan tantangannya dengan mengembangkan usaha tempe di sana. Kegiatan ini juga didampingi oleh Dr. Madziatul Churiyah, S.Pd., MM, salah satu Dosen pengajar di PDIM Universitas Negeri Malang.


Saat ini ada 186 pengrajin tempe di Parerejo yang terdaftar sebagai anggota Omah Edukasi Tempe. Namun demikian tidak semuanya aktif, hanya beberapa pengrajin saja yang aktif untuk memperkenalkan kampung tempe Parerejo sebagai nilai keunggulan sentra tempe di kabupaten pasuruan. Dan hingga saat ini para pengrajin tempe masih menggunakan cara – cara konvensional dalam memasarkan hasil produknya yakni dengan menjual ke pasar-pasar di sekitar wilayah Malang - Pasuruan, dan beberapa ke tempat pusat oleh-oleh. Sebenarnya potensi dari produk tempe cukup besar untuk dikembangkan dan dijadikan sebagai sentra UMKM yang unggul dan berdaya saing tinggi karena hampir semua sisa bahan baku yang digunakan untuk produksi tempe tidak ada yang terbuang, semuanya masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal yang bernilai.  

M. Fatich dan M. Irfan selaku perintis dari Omah Edukasi Tempe menuturkan, berbagai inisiasi dan Inovasi terus dilakukan untuk memperkenalkan hasil produksi tempe Parerejo purwodadi  ke masyarakat luas bahkan dunia sebagai sentra UMKM yang mempunyai nilai keunggulan sekaligus untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha yang sudah digeluti oleh sebagain besar masyarakat parerejo namun lagi-lagi banyak tantangan dan kendala yang dihadapinya, mulai dari bahan baku yang masih impor sampai keterbatasan sumberdaya manusia dan sumber pendanaan. Padahal potensi yang dimiliki cukup besar untuk dikembangkan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama dari pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, mereka berharap bisa mendapatkan support dan dukungan dari berbagai pihak. Selain itu, para Mahasiswa PDIM juga mendapatkan kesempatan untuk mencicipi hasil tempe olahan para pengrajin Parerejo yang memiliki nilai-nilai keunggulan dibandingkan dengan produk olahan tempe daerah lain.