News Update!

Minggu, 17 November 2019

LUAR BIASA !... DEBAT PILKADES 2019





KAMPANYE PILKADES DAMAI 2019


Proses tahapan Pemilihan kepada Desa Sumbersuko telah memasuki tahap Debat Pilkades, acara ini diselenggarakan di Balai desa Sumbersuko (16/11/2019) dikemas dalam rangka kampanye damai dan Dialog bersama  dengan tema “Aktualisasi otonomi desa melalui birokrasi, pembangunan dan permberdayaaan masyarakat menuju desa maju, mandiri dan sejahtera”
Kegiatan ini menghadirkan 4 calon kepala desa sumbersuko dan masing masing membawa 5 tim pendukung  yang sudah melalui beberapan seleksi dan tahapan. Ke empat calon kades duduk di depan menghadap panelis para pendukung calon duduk sebelah kiri, sementara panelis duduk dimeja depan, para undangan tomas dan perangkat desa duduk dibelakang panelis, 2 buah proyektor tepasang sebelah kanan dan satu buah proyektor untuk pedukung calon di luar area, acara ini dikemas sedemikian rupa sehingga nampak begitu meriah, jika anda penggemar ILC yang dibawakan oleh Karni Ilyas hampir mirip seperti itu. Meriah bukan!..
Agung Dwi bachtiar sebagai MC dalam acara tersebut acara diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya.
Kegiatan malam ini adalah menyampaikan visi dan misi semua calon kepala desa agar bisa diketahui oleh seluruh masyarakat desa Sumbersuko sebelum melaksanakan pilkades sehingga masyarakat bisa memilih dan mengetahui semua program dari masing masing calon kades Berikut calon kades sumbersuko :
1. Moh. Niam
2. H. Syaiful Ma’arif
3. Supaat Adnan
4. Suyitno
Dalam dialog ini dipandu 2 orang panelis dari Univ. Yudharta Pasuruan. Dr. Daimul Abror,M.Si dan  Zainul Ahwan, M.I Kom tutur Dr. Khumaidi dalam sambutannya selaku ketua panitia.

Sebelum panelis memulai pertanyaan MC telah memberikan peraturan berupa tata cara menyampaikan pendapat kepada semua peserta yang hadir termasuk kepada para pendukung pasangan calon yang ada diluar area

Pertanyaan panelis Dr. Daimul Abror “Apa kelemahan dan kekurangan yang ada di Desa Sumbersuko?”
(di sini jawaban calon kades namanya di tulis angka sesuai nomor urut Peserta Pilkades, ada sistem nomor urut tersendiri ketika para calon di beri kesempatan untuk menjawab dengan cara mengambil kupon jika dapat nomor satu berarti menjawab lebih dulu dst)
berikut kesimpulan jawaban para calon kades sumbersuko:
1.    Kurangnya lapangan kerja serta lemahnya sistem ketenagakerjaan dan kurangnya komunitas kepemudaan
2.  Kesenjangan ekonomi dan pengangguran lebih hanyak dikarenakan faktor kurangnya penyerapan tenaga kerja sehingga terbentuk istilah keluarga Cendana dan keluarga Cemara
3.    Sistem arsip pertanahan kurang, seperti peta dusun dll. Di Desa Sumbersuko hanya terdapat buku letter C. Bank sampah sudah ada tapi Tidak ada TPS
4.  Ketenagakerjaan dan pengangguran masih banyak di desa sumbersuko perlu adanya lapangan kerja baru


Pertanyaan Panelis  Zainul Ahwan, M.I Kom “Apa potensi yang ada dan bisa di kembangkan di Desa Sumbersuko?”
(di sini jawaban calon kades namanya di tulis angka sesuai nomor urut Peserta Pilkades, ada sistem nomor urut tersendiri ketika para calon di beri kesempatan untuk menjawab dengan cara mengambil kupon jika dapat nomor satu berarti menjawab lebih dulu dst)
berikut kesimpulan jawaban para calon kades sumbersuko:

1.     Banyak generasi muda yang perlu diberdayakan dan organisasi kepemudaan dibentuk perlu pengalokasian dana desa untuk kemandirian pemuda Desa dan pemberdayaan UKM
2.   Banyak UKM di Sumbersuko tapi sulit untuk menjual dagangannya kami akan membuat tempat usaha baru dilapangan Wonogriyo yaitu gedung serba guna, kuliner pujasera agar produksi pelaku UKM bisa terwadai dengan baik dan kami akan pemanfaatan semua tanah kas desa untuk kesejahteraan warga Desa Sumbersuko
3.    Terbentuknya Bumdes untuk meningkatkan kesejahteraan  warga dan Sumber air Klompang salah satu wisata potensial Desa Sumbersuko yang perlu dikembangkan sehingga dapat menarik wisatan dari luar dan bisa meningkatkan PAD Desa.
4.    Potensi kepemudaan dan ketenagakerjaan yang bagus perlu sinergitas antar semua elemen

Jawaban calon kades dari pertanyaan para tim pendukung :
1.  “Bagaimana Cara menata Birokrasi yang baik dan benar?”... Penanganan birokrasi Pemerintahan sekarang sudah baik tapi harus lebih baik dari sekarang, pemberian tupoksi setiap pegawai harus sesuai dengan kondisi riil tugas masing masing mulai dari sekdes kaur dan semuanya, sehingga pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan lancar
2.     “Bagaimana cara mengentaskan pengangguran di Desa Sumbersuko?”... Desa Sumbersuko ini desa kaya kita akan membuat perdes payung hukum agar nanti semua warga bisa bekerja di pabrik, sehingga istilah keluarga cendana kluarga cemara tidak ada semua sama rata sejahtera adil dan makmur. Pengolahan sampah akan kita bangun dan itu bisa menyerap tenaga kerja baru
3.   “Bagaimana penangan air bersih di Desa Sumbersuko?”... di Sumbersuko sumber airnya sudah bagus tinggal manajement pipanisasi yang perlu di tingkatkan, perlu adanya sistem yang baik seperti pemasangan meteran dan sebagainya sehingga warga tidak sampai kekurangan air
4.  “Di Sumbersuko banyak pengangguran bagaimana cara mengatasinya dan Bagaimana pengolahan limba bisa di tangani oleh warga?” ... Kita minta untuk semua perusahaan agar limbah perusahaan di kelolah dan dimanfaatkan masyarakat sumbersuko untuk bisa memperkerjakan dan menghilangkan pengangguran sehingga warga bisa sejahtera.


Kesimpulan kalimat penutup dari para calon :
Kita Harus siap kalah dan harus siap menang. Jika dipercaya masyakarat itu adalah amanah. Kalau ditakdirkan kami tidak jadi, saya siap kalah karena itu sudah takdir. Kita Ingin sekali desa sumbersuko ini maju sejahterah makmur dan kerjasama semua element masyarakat untuk saling berkmunikasi dan saling besinergi,  Pesta demokrasi adalah hal yang biasa. Bukan luar biasa apabila saya terpilih saya akan menjalankan progam dan tidak mempersulit urusan masyarakat pilihlah sesuai sengan hati nurani. Kita memilih pemimpin bukan penguasa. Saya akan komitmen untuk menjalankan program desa sumbersuko sesuai dengan visi dan misi.

Kamis, 24 Oktober 2019

DOKTOR KHUMAIDI : “KITA HARUS MENCIPTAKAN BOS BOS KECIL DI SUMBERSUKO”




Musyawarah Pembentukan Badan Usaha milik Desa (BUMDES) di Pendopo Balai Desa Sumbersuko  sudah melalui beberapa tahapan yang telah di sepakati oleh beberapa elemen masyarakat, hari ini (24/10/2019) adalah kegiatan sosialisasi kepada warga dan tokoh masyarakat termasuk seluruh jajaran kepala wilayah dan perangkat Dusun.

Acara dimulai dari sambutan Kades, BPD dan dilanjut sambutan oleh Ketua Bumdes dan Sekdes baru M. Ibadillah, S.PdI sebagai MC 
Bumdes untuk periode pertama selama 5 tahun (2019 – 2024) akan memfokuskan beberapa bidang antara lain :

1. Pembangunan tempat parkir dan gedung sebaguna serta pujasera di lapangan Dusun Wonogriyo

2. Wanawisata Sumber Klompang, akses jalan sudah di paving dan Debit sumber airnya setara dengan Sumber air petirtaan Jolotundo

3. Portal Sumbersuko (Tiket masuk kendaraan bermotor)

4. Pemberdayaan UMKM sebagai modal awal untuk kesejahteraam masyarakat (Pelatihan, Pembinaan dan Permodalan)



Sambutan Kades

Sesuai dengan undang undang dan peraturan pemerintah bahwa Bumdes harus segera di bentuk dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satu yang sering saya umumkan yaitu diharapakan setiap warga yang punya hajatan atau kegiatan lainnya harus membeli produk lokal sebagai hidangannya.



Warga sumbersuko sebisa mungkin jangan hanya mengandalkan kerja di perusahaan sebagai mata pencaharian kita harus merubah minset untuk bisa berinovasi dan berkarya sendiri, setiap tahun lulusan pendidikan pencari kerja di Sumbersuko mencapai 100 warga, sedangkan perusahaan setiap tahunnya hanya membutuhkan tenaga kerja baru kirasan 10 sampe 20 orang, artinya kita tidak boleh berpangku tangan hanya mengandalkan perusahaan, kita harus berinovasi menciptakan lapangan kerja sendiri seperti Opak Gambir, Kacang Telor, Keripik Pisang, Keripik tempe ada susu kedelai, dan alhamdulillah baru baru ini sudah tercipta dari kelompok ibu-ibu PKK yaitu minuman Susu Jagung dan ini yang perlu kita kembangkan melalui Bumdes Sumber Arto



Sambutan Dr. Khumaidi (ketua Bumdes Sumbersuko)

Bahwa berdasarkan UU 6/2014, PP 43/2014, permendesPDTT 4/2015 Tentang Pendirian Pengurusan dan Pembubaran Badan usaha milik desa. Peraturan Daerah tentang Pedoman Tata cara Pembentukan dan Pengelolahan BUM Desa.



Kita akan merumuskan dan mengklasifikasi tentang unit unit usaha yang ada di Sumbersuko mulai dari pelaku Usaha kecil sampai yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga termasuk Meningkatkan kesejahteraan Rt Rw dan perangkat Desa serta jumlah UKM terdaftar kegiatan Bumdes termasuk Pembagunan pusat oleh oleh di lokasi strategis Jenis usaha BUMD antara lain Simpan pinjam pembayaran online Listrik,  alat transportasi,  gedung serbaguna sarana pertanian,  alat alat  perkantoran (ATK) dan lain lain, tujuannya untuk mengoptimalkan aset desa melalui Bumdes, jika di tingkat Negara bernama BUMN di tingkat Prop/Kab. BUMD dan tingkat Desa namanya BUMDES, telah disepakati bumdes di sumbersuko bernama Sumber Arto. Modal bumdes bersumber dari pemerintah pusat namanya penyertaan modal beberapa kegiatan tindak lanjut akan dilaksanakan musyawarah penyusunan program dan pengurusnya di beri SK dari Kades yang berkewajiban membina perekonomian desa.  Bumdes hanya mengelola usaha yang ada didesa yang sudah dibentuk.  Bumdes bisa berhasil apabila didukung oleh semua masyarakat misalkan kita buat program catering makanan untuk seluruh karyawan di semua perusahaan kita akan kalkulasi keseluruhan kita ambil cathering dari warga sekitar ada 32 Perusahaan di Sumbersuko perlu kita sinergikan, beberapa pelaku UKM kita berdayakan kita bina kita latih dan kita beri modal pinjaman lunak  maka dari itu kita wajib menciptakan bos bos kecil di desa sendiri untuk kesejahteraan masyarakat Sumbersuko, perlu banyak inovasi dan terobosan terobosan yang baru guna terwujudnya masyarakat adil dan makmur.



Berikut susunan Pengurus Bumdes Sumber Arto

Ketua                  : Dr Khumaidi

Sekretaris           : Nakim, S.Pd

Bendahara          : H.  Usman

Kamis, 05 September 2019

RAKOR DI DHE GEDHANGKU


Admin Portal Sumbersuko



Rakor UMKM Gempol Makmur di selenggarkan di UD. Dhe Gedhangku Sumberingin I Sumbersuko Gempol Pasuruan Rabu (4/9/2019), rumah usaha milik Hendra malah justru sudah terkenal di kota Malang dan produk kripik pisang ini pernah mendapat pesanan dari Malaysia.
“Mas Hendra ini pesan dimana kemasannya“ tutur salah seorang anggota UKM yang mencoba ingin tau lebih dalam usaha yang dijalan, Hendra menjelaskan detail tentang kemasan dan cara produksi kripik pisang special. Selang beberapa waktu kemudian teman UKM sudah berdatangan dilokasi, seragam batik yang menjadi ciri khas anggota UKM membuat suasana semakin meriah.
Hadir dalam acara tersebut, perwakilan perempuan dari anggota BPD sumbersuko Jeanyca Putri, beberapa muspika kec. Gempol.  Bpk Camat Ridwan beserta jajarannya.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB, mbak khotijah selaku sekretaris di dapuk sebagai MC di siang itu, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan perwakilan desa. Narasumber dari anggota UKM Pak Prapto usaha konveksi celana Jeans yang sudah skala Nasional telah memiliki ratusan karyawan dengan pabrik  beserta gudangnya di wilayah desa Bulusari.
Bersamaan dengan hari jadi kabupaten Pasuruan pelaku UKM diikutkan lomba gerak jalan dengan seragam tempo dulu alias kebaya, ibu ibu didaftar untuk mengikuti acara tersebut demi kekompakan dan kemeriahan hari jadi Kab. Pasuruan” tutur Khotijah dalam sesi pengisian acara

Sambutan Pak Prapto
Berkembang dan tidaknya sebuah usaha itu semua tergantung masing-masing anggota jadi harus saling bersinergi untuk bisa maju. misalkan ada teman hajatan konsumsi berkatan harus beli kepada teman teman ukm yang menyediakan mamin seperti pia kelepon dan lain lain. Dan yang lebih penting lagi siapapun anggota UKM Gempol Makmur yang mendapat undangan acara baik jadi peserta maupun jadi narasumber yang di undang dari instansi atau lembaga dari luar lainnya harus konfirmasi dan izin kepada ketua UKM Gempol Makmur.

Sambutan Camat Gempol,
Semua pelaku UKM di Gempol harus terjaring semuanya jangan sampai ada yang tertinggal atau belum masuk dalam komunitas UMKM Gempol Makmur semua harus di akomodasi, yang sudah sering ikut pameran di Jakarta harus saling memberikan ilmunya kepada anggota UKM di Gempol ilmunya harus di tularkan agar semua anggota biar cepat berkembang usahanya
Admin/