News Update!

Minggu, 22 Maret 2015

TUGAS DAN SYARAT CALON PENDAMPING DESA


PORTAL SUMBERSUKO -: 
Pemerintah melalui Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  akan segera melakukan perekrutan Fasilitator Desa Baru untuk pendampingan dana desa dan direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April tahu 2015 mendatang.

Menteri Desa Marwan Jafar mengatakan, untuk persyaratan pendamping desa, akan dibuat ketentuan seketat mungkin. Sehingga, kader desa akan benar-benar bisa membimbing desa dalam menjalankan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kader pendamping desa akan direkrut langsung oleh Kementerian Desa secara sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah,"sebutnya.

Adapun pendamping desa terdiri dari; tenaga pendamping profesional, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan atau pihak ketiga. Sedangkan tenaga pendamping profesional terdiri dari; pendamping Desa, pendamping Teknis, dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, kedudukan masing-masing pendamping desa yaitu untuk pendamping teknis berkedudukan di pusat kabupaten, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat berkedudukan di pusat provinsi, dan untuk kader pemberdayaan masyarakat desa berkedudukan di desa (gampong di Aceh).

Sebagaimana disebutkan pada pasal 11 Peraturan Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa. Pendamping Desa bertugas mendampingi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Tugas Pendamping Desa, meliputi:

  1. Mendampingi Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  2. Mendampingi Desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi Desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  3. Melakukan peningkatan kapasitas bagi Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan Desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  4. Melakukan pengorganisasian di dalam kelompok-kelompok masyarakat Desa;
  5. Melakukan peningkatan kapasitas bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan mendorong terciptanya kader-kader pembangunan Desa yang baru;
  6. Mendampingi Desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif; dan melakukan koordinasi pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Tugas Pendamping Teknis yaitu mendampingi Desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral, meliputi:
  1. Pendamping Teknis membantu Pemerintah Daerah dalam hal sinergitas perencanaan Pembangunan Desa.  
  2. Pendamping Teknis mendampingi Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perencanaan pembangunan daerah yang terkait dengan Desa.
  3. Melakukan fasilitasi kerja sama Desa dan pihak ketiga terkait pembangunan Desa.
Sementara tugas utama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa mencakup bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi.

Tugas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, meliputi:
  1. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melakukan fasilitasi perumusan kebijakan dan peraturan terkait pemberdayaan dan pendampingan masyarakat Desa.
  2. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melakukan asistensi, menyusun rancangan pelatihan dan fasilitasi pelatihan terhadap Pendamping Desa, Pendamping Teknis, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan pihak ketiga.
  3. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam hal melaksanakan pengendalian pendampingan dan evaluasi pendampingan Desa
Adapun tugas  dari Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa bertugas untuk menumbuhkan dan mengembangkan, serta menggerakkan prakarsa, partisipasi, dan swadaya gotong royong.

Dalam pelaksaan tugas Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa berkewajiban melibatkan unsur masyarakat desa, meliputi: kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok pengrajin, kelompok perempuan, kelompok pemerhati dan perlindungan anak, kelompok masyarakat miskin, dan kelompok-kelompok masyarakat lain sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Desa.

Sumber : http://risehtunong.blogspot.com/2015/03/inilah-syarat-dan-tugas-calon.html

Minggu, 11 Januari 2015

MENUJU KEJAYAAN NEGARA INDONESIA

NEGARA YANG BESAR ADALAH NEGARA YANG MENGHARGAI BUDAYANYA

BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI JASA-JASA PAHLAWANNYA

Sejarah Reog Ponorogo.
Dahulu kala ada seorang puteri yang cantik jelita bernama Dewi Sanggalangit. Ia puteri seorang raja yang terkenal di Kediri. Karena wajahnya yang cantik jelita dan sikapnya yang lemah lembut banyak para pangeran dan raja-raja yang ingin meminangnya untuk dijadikan sebagai istri.

Namun sayang Dewi Sanggalangit nampaknya belum berhasrat untuk berumah tangga. Sehingga membuat pusing kedua orang tuanya. Padahal kedua orang tuanya sudah sangat mendambakan hadirnya seorang cucu. “Anakku, sampai kapan kau akan menolak setiap pangeran yang datang melamarmu?” tanya Raja pada suatu hari.

Ayahanda… sebenarnya hamba belum berhasrat untuk bersuami. Namun jika ayahanda sangat mengharapkan, baiklah. Namun hamba minta syarat, calon suami hamba harus bisa memenuhi keinginan hamba.

Lalu apa keinginanmu itu?

Hamba belum tahu…

Lho? Kok aneh…?” sahut Baginda.

Hamba akan bersemedi minta petunjuk Dewa. Setelah itu hamba akan menghadap ayahanda untuk menyampaikan keinginan hamba.

Demikianlah, tiga hari tiga malam Dewi Sanggalangit bersemedi. Pada hari keempat ia menghadap ayahandanya.

Ayahanda, calon suami hamba harus mampu menghadirkan suatu tontonan yang menarik. Tontonan atau keramaian yang belum ada sebelumnya. Semacam tarian yang diiringi tabuhan dan gamelan. Dilengkapi dengan barisan kuda kembar sebanyak seratus empat puluh ekor. Nantinya akan dijadikan iringan pengantin. Terakhir harus dapat menghadirkan binatang berkepala dua.

Wah berat sekali syaratmu itu!” sahut Baginda.

Meski berat syaratnya itu tetap diumumkan kepada segenap khalayak ramai. Siapa saja boleh mengikuti sayembara itu. Tidak peduli para pangeran, putera bangsawan atau rakyat jelata.

Para pelamar yang tadinya menggebu-gebu untuk memperistri Dewi Sanggalangit jadi ciut nyalinya. Banyak dari mereka yang mengundurkan diri karena merasa tak sanggup memenuhi permintaan sang Dewi.

Akhirnya tinggal dua orang yang menyatakan sanggup memenuhi permintaan Dewi Sanggalangit. Mereka adalah Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya dan Raja Kelanaswandana dari Kerajaan Bandarangin.

Baginda Raja sangat terkejut mendengar kesanggupan kedua raja itu. Sebab Raja Singabarong adalah manusia yang aneh. Ia seorang manusia yang berkepala harimau. Wataknya buas dan kejam. Sedang Kelanaswandana adalah seorang raja yang berwajah tampan dan gagah, namun punya kebiasaan aneh, suka pada anak laki-laki. Anak laki-laki itu dianggapnya sebagai gadis-gadis cantik.

Namun semua sudah terlanjur, Dewi Sanggalangit tidak bisa menggagalkan persyaratan yang telah diumumkan.

Raja Singabarong dari Kerajaan Lodaya memerintah dengan bengis dan kejam. Semua kehendaknya harus dituruti. Siapa saja dari rakyatnya yang membangkang tentunya akan dibunuh. Raja Singabarong bertubuh tinggi besar. Dari bagian leher ke atas berwujud harimau yang mengerikan. Berbulu lebat dan penuh dengan kutu-kutu. Itulah sebabnya ia memelihara seekor burung merak yang rajin mematuki kutu-kutunya.

Ia sudah mempunyai selir yang jumlahnya banyak sekali. Namun belum mempunyai permaisuri. Menurutnya sampai detik ini belum ada wanita yang pantas menjadi permaisurinya, kecuali Dewi Sanggalangit dari Kediri. Karena itu ia sangat berharap dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Dewi Sanggalangit.

Raja Singabarong telah memerintahkan kepada para abdinya untuk mencarikan kuda-kuda kembar. Mengerahkan para seniman dan seniwatinya menciptakan tontonan yang menarik, dan mendapatkan seekor binatang berkepala dua. Namun pekerjaan itu ternyata tidak mudah. Kuda kembar sudah dapat dikumpulkan, namun tontonan dengan kreasi baru belum tercipta, demikian pula binatang berkepala dua belum didapatkannya.

Maka pada suatu hari ia memanggil patihnya yang bernama Iderkala.

Hai Patih coba kamu selidiki sampai bagaimana si Kelanaswandana mempersiapkan permintaan Dewi Sanggalangit. Kita jangan sampai kalah cepat oleh Kelanaswandana.

Patih Iderkala dengan beberapa prajurit pilihan segera berangkat menuju kerajaan Bandarangin dengan menyamar sebagai seorang pedagang. Mereka menyelidiki berbagai upaya yang dilakukan oleh Raja Kelanaswandana. Setelah melakukan penyelidikan dengan seksama selama lima hari mereka kembali ke Lodaya.

Ampun Baginda. Kiranya si Kelanaswandana hampir berhasil mewujudkan permintaan Dewi Sanggalangit. Hamba lihat lebih dari seratus ekor kuda kembar telah dikumpulkan. Mereka juga telah menyiapkan tontonan yang menarik, yang sangat menakjubkan.” Patih Iderkala melaporkan.

Wah celaka! Kalau begitu sebentar lagi dia dapat merebut Dewi Sanggalangit sebagai istrinya.” kata Raja Singabarong. “Lalu bagaimana dengan binatang berkepala dua, apa juga sudah mereka siapkan?

Hanya binatang itulah yang belum mereka siapkan. Tapi nampaknya sebentar lagi mereka dapat menemukannya.” sambung Patih Iderkala.

Raja Singabarong menjadi gusar sekali. Ia bangkit berdiri dari kursinya dan berkata keras.

Patih Iderkala! Mulai hari ini siapkan prajurit pilihan dengan senjata yang lengkap. Setiap saat mereka harus siap diperintah menyerbu ke Bandarangin.

Demikianlah, Raja Singabarong bermaksud merebut hasil usaha keras Raja Kelanaswandana. Setelah mengadakan persiapan yang matang, Raja Singabarong memerintahkan prajurit mata-mata untuk menyelidiki perjalanan yang akan ditempuh Raja Kelanaswandana dari Wengker menuju Kediri. Rencananya Raja Singabarong akan menyerbu mereka di perjalanan dan merampas hasil usaha Raja Kelanaswandana untuk diserahkan sendiri kepada Dewi Sanggalangit.

Raja Kelanaswandana yang memerintah kerajaan Wengker berwajah tampan dan bertubuh gagah. Ia memerintah dengan adil dan bijaksana. Namun ada wataknya yang tidak baik, ia suka mencumbui anak laki-laki. Ia menganggap anak laki-laki yang berwajah tampan dan bertubuh molek itu seperti gadis-gadis remaja. Hal ini sangat mencemaskan pejabat kerajaan dan para pendeta. Menimbulkan kesedihan bagi para rakyat yang harus kehilangan anak laki-lakinya sebagai pemuas nafsu Raja.

Patih Pujanggeleng dan pendeta istana sudah berusaha menasehati Raja agar meninggalkan kebiasaan buruknya itu namun saran mereka tiada gunanya. Raja tetap saja mengumpulkan puluhan anak laki-laki yang berwajah tampan.

Pada suatu hari Raja Kelanaswandana memanggil semua pejabat kerajaan dan para pendeta. Ia berkata bahwa ia akan menghentikan kebiasaannya jika dapat memperistri Dewi Sanggalangit dari Kediri. Sebab semalam ia mimpi bertemu dengan gadis cantik jelita itu dalam tidur. Menurut para Dewa gadis itulah yang akan menghentikan kebiasaan buruknya mencumbui anak laki-laki.

Seluruh pejabat dan pendeta menyetujui kehendak Raja yang ingin memperistri Dewi Sanggalangit. Maka ketika mereka mendengar persyaratan yang diajukan Dewi Sanggalagit, mereka tiada gentar, seluruh kawula kerajaan, baik para pejabat, seniman, rakyat biasa rela bekerja keras guna memenuhi permintaan Dewi Sanggalangit.

Karena mendapat dukungan seluruh rakyatnya maka dalam tempo yang tidak begitu lama Raja Kelanaswandana dapat menyiapkan permintaan Dewi Sanggalangit. Hanya binatang berkepala dua yang belum didapatnya. Patih Pujanggeleng yang bekerja mati-matian mencarikan binatang itu akhirnya angkat tangan, menyatakan ketidaksanggupannya kepada Raja.

Tidak mengapa!” kata Raja Kelanaswandana. ”Soal binatang berkepala dua itu aku sendiri yang akan mencarinya. Sekarang tingkatkan kewaspadaan, aku mencium gelagat kurang baik dari kerajaan tetangga.

Maksud Baginda?” tanya Patih Pujanggeleng penasaran.

Coba kau menyamar jadi rakyat biasa, berbaurlah dengan penduduk di pasar dan keramaian lainnya.

Perintah itu dijalankan, maka Patih Pujanggeleng mengerti maksud Raja. Ternyata ada penyusup dari kerajaan Lodaya. Mereka adalah para prajurit pilihan yang menyamar sebagai pedagang keliling. Patih Pujanggeleng yang juga mengadakan penyamaran serupa akhirnya dapat mengorek keterangan secara halus apa maksud prajurit Lodoya itu datang ke Bandarangin.

Prajurit Lodaya merasa girang setelah mendapatkan keterangan yang diperlukan. Ia bermaksud kembali ke Lodoya. Namun sebelum melewati perbatasan, anak buah Patih Pujanggeleng sudah mengepungnya, karena prajurit itu melawan maka terpaksa para prajurit Bandarangin membunuhnya.

Patih Pujanggeleng menghadap Raja Kelanaswandana.

Apa yang kau dapatkan?” tanya Raja Kelanaswandana.

Ada penyusup dari kerajaan Lodaya yang ingin mengorek keterangan tentang usaha Baginda memenuhi persyaratan Dewi Sanggalangit. Raja Singabarong hendak merampas usaha Baginda dalam perjalanan menuju Kediri.

Kurang ajar!“ sahut Raja Kelanaswandana. “Jadi Raja Singabarong akan menggunakan cara licik untuk memperoleh Dewi Sanggalangit. Kalau begitu kita hancurkan kerajaan Lodaya. Siapkan bala tentara kita.

Sementara itu Raja Singabarong yang menunggu laporan dari prajurit mata-mata yang dikirim ke Bandarangin nampak gelisah. Ia segera memerintahkan Patih Iderkala menyusul ke perbatasan. Sementara dia sendiri segera pergi ke tamansari untuk menemui si burung merak, karena pada saat itu kepalanya terasa gatal sekali.

Hai burung merak! Cepat patukilah kutu-kutu di kepalaku!” teriak Raja Singabarong dengan gemetaran menahan gatal.

Burung merak yang biasa melakukan tugasnya segera hinggap di bahu Raja Singabarong lalu mematuki kutu-kutu di kepala Raja Singabarong.

Patukan-patukan si burung merak terasa nikmat, asyik, bagaikan buaian sehingga Raja Singabarong terlena dan akhirnya tertidur. Ia sama sekali tak mengetahui keadaan di luar istana. Karena tak ada prajurit yang berani melapor kepadanya. Memang sudah diperintahkan kepada prajurit bahwa jika ia sedang berada di tamansari siapapun tidak boleh menemui dan mengganggunya, jika perintah itu dilanggar maka pelakunya akan dihukum mati.

Karena tertidur ia sama sekali tak mengetahui jika di luar istana pasukan Bandarangin sudah datang menyerbu dan mengalahkan prajurit Lodaya. Bahkan Patih Iderkala yang dikirim ke perbatasan telah binasa lebih dahulu karena berpapasan dengan pasukan Bandarangin.

Ketika peperangan itu sudah merembet ke dalam istana dekat tamansari barulah Raja Singabarong terbangun karena mendengan suara ribut-ribut. Sementara si burung mereka masih terus bertengger mematuki kutu-kutu dikepalanya, jika dilihat sepintas dari depan Raja Singabarong seperti binatang berkepala dua yaitu berkepala harimau dan burung merak.

Hai mengapa kalian ribut-ribut?” teriak Raja Singabarong.

Tak ada jawaban, kecuali berkelebatnya bayangan seseorang yang tak lain adalah Raja Kelanaswandana. Raja Bandarangin itu tahu-tahu sudah berada di hadapan Raja Singabarong.

Raja Singabarong terkejut sekali. “Hai Raja Kelanaswandana mau apa kau datang kemari?

Jangan pura-pura bodoh!” sahut Raja Kelanaswandana. “Bukankah kau hendak merampas usahaku dalam memenuhi persyaratan Dewi Sanggalangit!

Hem, jadi kau sudah tahu!” sahut Raja Singabarong dengan penuh rasa malu.

Ya, maka untuk itu aku datang menghukummu!” berkata demikian Raja Kelanaswandana mengeluarkan kesaktiannya. Diarahkan ke bagian kepala Raja Singabarong. Seketika kepala Singabarong berubah. Burung merak yang bertengger di bahunya tiba-tiba melekat jadi satu dengan kepalanya sehingga Raja Singabarong berkepala dua.

Raja Singabarong marah bukan kepalang, ia mencabut kerisnya dan meloncat menyerang Raja Kelanaswandana. Namun Raja Kelanaswandana segera mengayunkan cambuk saktinya bernama Samandiman. Cambuk itu dapat mengeluarkan hawa panas dan suaranya seperti halilintar.

Jhedhaaar…!” begitu terkena cambuk Samandiman, tubuh Raja Singabarong terpental, menggelepar-gelepar di atas tanah. Seketika tubuhnya terasa lemah dan anehnya tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi binatang aneh, berkepala dua yaitu kepala harimau dan merak. Ia tidak dapat berbicara dan akalnya telah hilang. Raja Kelanaswandana segera memerintahkan prajurit Bandarangin untuk menangkap Singabarong dan membawanya ke negeri Bandarangin.

Beberapa hari kemudian Raja Kelanaswandana mengirim utusan yang memberitahukan Raja Kediri bahwa ia segera datang membawa persyaratan Dewi Sanggalangit. Raja Kediri langsung memanggil Dewi Sanggalangit.

Anakku apa kau benar-benar bersedia menjadi istri Raja Kelanaswandana?

Ayahanda… apakah Raja Kelanaswandana sanggup memenuhi persyaratan hamba?

Tentu saja, dia akan datang dengan semua persyaratan yang kau ajukan. Masalahnya sekarang, tidakkah kau menyesal menjadi istri Raja Kelanaswandana?

Jika hal itu sudah jodoh hamba akan menerimanya. Siapa tahu kehadiran hamba disisinya akan merubah kebiasaan buruknya itu.” tutur Dewi Sanggalangit.

Demikianlah, pada hari yang ditentukan datanglah rombongan Raja Kelanaswandana dengan kesenian Reog sebagai pengiring. Raja Kelanaswandana datang dengan iringan seratus empat puluh empat ekor kuda kembar, dengan suara gamelan, gendang dan terompet aneh yang menimbulkan perpaduan suara aneh, merdu mendayu-dayu. Ditambah lagi dengan hadirnya seekor binatang berkepala dua yang menari-nari liar namun indah dan menarik hati. Semua orang yang menonton bersorak kegirangan, tanpa terasa mereka ikut menari-nari dan berjingkrak-jingkrak kegirangan mengikuti suara musik.

Demikianlah, pada akhirnya Dewi Sanggalangit menjadi permaisuri Raja Kelanaswandana dan diboyong ke Bandarangin di Wengker. Wengker adalah nama lain dari Ponorogo sehingga di kemudian hari kesenian Reog itu disebut Reog Ponorogo.

Minggu, 04 Januari 2015

DESA SUMBERSUKO TUNTASKAN USULAN WARGA SENILAI 2,4 MILYAR SELAMA 5 TAHUN


PNPM-MP adalah Program Pemerintah dibawah naungan Menteri Sosial dan pedesaan, program ini  di mulai tahun 2008 dan berakhir pada tahun 2014 sebelum program ini muncul ada program sejenis bernama P2KP tapi cakupannya tidak seluas PNPM Mandiri http://www.pnpm-perdesaan.or.id/. Program PNPM-MP ini membutuhkan integrasi antar elemen masyarakat  baik perangkat desa maupun tokoh masyarakat dengan mengedepankan system musyawarah mufakat dalam setiap tingkatannya.
kembali pada awal – PNPM Mandiri Pedesaan di laksanakan di Desa Sumbersuko sejak tahun 2009 bersama 15 Desa se-kecamatan Gempol dengan 8 Kecamatan se Kabupaten pasuruan untuk 16 kecamatan dilaksanakan mulai tahun 2007.
Dalam mengoptimalkan Program pemerintah serta formalisasi structural di kecamatan Germpol  maka diadakan pelatihan Kader pemberdayaan (KPMD) seluruh desa se Kec. Gempol yang kebetulan dilaksanakan dibalai Desa Sumbersuko pada bulan April 2009 selama 4 hari.
Selang beberapa minggu kemudian setelah terbentuknya KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat) dan TPK (Tim Pengelolah Kegiatan) program Tim pertama PNPM Desa Sumbersuko adalah mengadakan rapat warga dusun sebanyak 30 kali dalam sebulan guna untuk menggali gagasan, usulan dan keluhan warga; begini suasana rapat dusun; baca
9.       Dan lain-lain

adapun rincian rapatnya ( 15 Dusun se Desa Sumbersuko, setiap Dusun rapat 2 kali, 1 kali kelompok campuran, 1 kali perempuan) dengan menghasilkan 74 gagasan atau usulan masyarakat dengan total anggaran sebesar Rp. 2,4 Milyar yang akan dimasukkan ke RPJMDes periode 2009 – 2014 baca rinciannya di:

Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian adalah mengklasifikasi rumah tangga kaya, sedang, miskin dan sangat miskin lalu mengidentifikasi kelayakan atau tolok ukur kategori warga miskin sesuai dengan kondisi daerah masing-masing misalkan kategori miskin warga Sumbersuko yakni Tidak mempunya kendaraan bermotor maka masuk kategori miskin beda dengan Warga Wonosunyo kategori miskin adalah rumah bambu dan tidak punya pekerjaan masuk kategori miskin sedangkan jika memiliki sepeda motor masuk kategori kaya jadi jelas ada perbedaan di kategori ini karena factor lingkungan jarak ke pusat kota dll, kemudian klasifikasi ini dibukukan dalam pembukuan agenda KPMD, lalu dilanjutkan dengan pembuatan peta Desa, peta Sosial, peta potensi Desa, dan Peta kesehatan dan pendidikan

Semua hasil musyawarah bentuk sofware dan soft copy dilaporkan ke UPK Kecamatan Gempol dan diteruskan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat di Kab. Pasuruan sampai ke pusat, alur demi alur musyawarah di tingkat kecamatan juga di ikuti oleh Desa Sumbersuko sesuai prosedur semua usulan warga dari tahun ke tahun terdanai khususnya di Desa Sumbersuko dan selama itu dalam proses pembangunan sarana dan prasarana tidak mengalami kendala yang berarti akan tetapi ada sedikit kendala di bidang pengelolaan simpan pinjam Dana kelompok perempuan dan itu kami telah menyelesaikannya dengan baik atas pastisipasi UPK FK dan FT kec. Gempol

Salah satu yang unik dalam musyawarah penggalian gagasan yakni Dusun Bumbungan yang warganya cukup cerdas dengan mengusulkan pembangunan kolam renang wisata tujuannya nanti agar dusun tersebut memiliki asset perputaran dana yang nantinya akan dikelolah kembali untuk membangun sarana dan prasana lainnya namun sayang usulan ini gagal di tingkat Desa karena kalah bobot dengan nilai ‘factor kemendesakan’ dengan dusun Kriyan yang mengusulkan pipanisasi air bersih senilai 140 juta, akhirnya usulan ini lolos juga di tingkat kecamatan dan terdanai, program bedah rumah juga pernah kami lakukan untuk rumah layak huni baca :  http://sumbersuko1.blogspot.com/2011/06/program-sisa-hasil-usaha-2010.html
Alhamdulillah setiap tahun desa Sumbersuko membangun 1 s/d 16 usulan warga baik peningkatan ekonomi Dana simpan pinjam Kelompok perempuan maupun sarana prasarana seperti pavingisasi, air bersih, plengsengan dll, dengan sumber pendanaan dari PNPM, ADD, APBD dan APBN dll semua usulan warga selama 5 tahun terlaksana dan sebelum penutupan Program PNPM-MP akhir tahun 2014 di Sumbersuko ada program pemberdayaan yang spektakuler dari PT. gudang Garam Tbk. Yakni pemberdayaan warga miskin melalui budidaya hewan ternak kambing dengan melibatkan puluhan warga miskin desa Sumbersuko yang di fasilitasi oleh Profesor Suyadi dari Universitas brawijaya Malang yang saat ini masuk dalam tahapan proses penanaman rumput (liputan khususnya menyusul)

Blogger PNPM MP Desa Sumbersuko
Dikarenakan program PNPM-MP sudah habis masanya maka blog PNPM Desa Sumbersuko per tanggal 1 Januari 2015 diganti nama dengan ‘Portal Sumbersuko’ kami memilih kalimat tersebut PORTAL SUMBERSUKO karena ada konotasi pusat desa dimana kata-kata 'Portal' bisa merujuk antara lain 1. perempatan desa sumbersuko, 2. tempat penarikan karcis mobil masuk ke desa sumbersuko, 3. sumber berita yang berasal dari www. 4. pangkal  informasi digital, visi misinya tetap sama karena hal itu merupakan satu paket dari visi dan misi Desa Sumbersuko, sambil menunggu keputusan dari pemerintahan pusat apakah PNPM di lanjutkan atau di hapus atau diganti dengan nama lain?  kami akan menunggu dan memantau perkembangannya, serta apakah blog ini perlu di hapus atau tidak ?  kami juga menunggu saran dan masukan dari para pembaca, perlu diketahui juga beberapa laman di blog ini  kami simpan di draf dan tidak kami munculkan lagi untuk sementara.


Tentang Admin Blog
Jujur saja semua ini awalnya hanya iseng karena ada waktu senggang untuk menulis setiap peristiwa demi peristiwa di Desa kami, makin lama akhirnya banyak artikelnya sehingga terasa memiliki tanggungjawab sendiri atas berdirinya ruh blog ini, memang tidak semua peristiwa PNPM Desa Sumbersuko di tampilkan di blog, untuk eksistensi blog ini beberapa tahun yang lalu kami konfirmasi ke pihak kepala Desa, jawabnya semua perangkat desa mendukung adanya blog ini dimana semua kepala desa se indonesia sudah di bintek tentang ilmu computer dan teknologi informasi sehingga blog ini diharapkan agar di kembangkan menjadi media informasi desa menuju reformasi transparansi dan akuntabel dengan mengedepankan kaedah-kaedah jurnalistik dan nantinya dapat menjadi pelajaran bagi generasi di desa Sumbersuko, soal jurnalistik kami minim ilmu tentang itu dan kami tetap akan terus belajar tanpa henti
kami selaku admin merasa bangga dengan semua ini meskipun kami tidak dibayar sepersenpun, kalau ada itupun hanya honor KPMD di dapat dari UPK Kecamatan sebesar 90 ribu rupiah, dan kami ingin membangun bangsa seutuhkan.

Sekian.

Minggu, 28 Desember 2014

LELANG PORTAL TERJUAL Rp. 217.501.500

Portal Sumbersuko
Minggu, 28 Desember 2014
Portal jalan Sumbersuko sepanjang  + 3 Km adalah jalan protokol yang menuju jalan raya Surabaya- Malang dimana jalan protokol Desa Sumbersuko meliputi 2 dusun yaitu Sumberingin  dan Dusun Kaliputih, jalan ini banyak di lalui oleh mobil colt s/d Tronton yang memuat tambang galian C dan barang-barang perusahaan yang ada di Desa Sumbersuko, lebih dari 7 perusahaan galian tambang C dan 20 perusahaan skala nasioanl yang melewati jalan ini setiap harinya, konon omset kotor portal Sumbersuko berkisar antara 26 – 27 juta berbulan.

Pelaksanaan lelang Portal Jalan Protokol Desa Sumbersuko di mulai pukul .08.00 WIB lelang ini dilaksanakan setiap akhir tahun. Pada momentum kali ini terlihat begitu banyak dan antusias warga Sumbersuko dalam mengikuti lelang jalan, acara ini dibuka langsung oleh Bpk Kepala Desa Sumbersuko kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib dan perdes tetang pemenang lelang yang dibacakan oleh  Bpk Sekdes, adapun sebagian tata tertib sebagai berikut :
             - Peserta lelang adalah warga Desa Sumbersuko
 - Membawa KTP Asli
- Harga limit dibuka sebesar Rp. 30.000.000
- Pemenang lelang harus membawa uang chas pada saat itu juga
- Apabila di tengah perjalan selama tiga bulan (Januari – maret ) pemenang lelang merasa keberatan bisa langsung di serahkan ke Pihak pemerintah Desa satu bulan sebelumnya
- Dll
Kewajiban pemenang lelang :
1.       Wajib berkontribusi terhadap kebersihan jalan Protokol, membiayai petugas kebersihan jika terjadi banyak debu dll  
2.       Mentaati harga portal  yang sudah disepakati bersama : Colt 1000  colt diesel 7000 truk/fuso  8000 dan truk tronton 9000
3.       Berkontribusi terhadap 2 Dusun (Sumberingin dan Kaliputih)
4.       Dll

Setelah tata tertib di disepakati bersama  panitia membagikan kertas kosong kepada peserta untuk menuliskan harga penawaran dan diberi tenggat waktu selama 10 menit untuk menulis penawaran kemudian kertas di tutup kembali dalam amplop lalu di bawa ke meja panitia, Kepala desa membacakan satu persatu hasil penawaran warga tersebut  dimana penawaran tertinggi akan menjadi pemenangnya,  berikut data penawaran peserta lelang setelah dibacakan oleh Bpk Supaat Adnan.

1.       Siti Fadilah           Dusun Sumberingin        Rp. 35.500.500/ Rp. 106.501.500
2.       Ribudha                Dusun Sumberingin        Rp. 32.500.000/ Rp.   97.500.000
3.       Suyitno                 Dusun Sumberingin        Rp. 47.350.700/ Rp. 142.052.100
4.       Ridwan                 Dusun Sumberingin        Rp. 35.650.000/ Rp. 106.950.000
5.       Seniman               Dusun Jatikunci               Rp. 67.750.500/ Rp. 203.251.000
6.       Sodikin                 Dusun Sumbersuko I      Rp. 40.350.500/ Rp. 121.051.500
7.       Ismail                   Dusun Kaliputih              Rp. 72.500.500/ Rp. 217.501.500
  
Sesuai tata tertib perdes dan hasil rapat kesepakatan bersama maka pemenangnya adalah Bpk Ismail dari dusun Kaliputih dengan penawaran sebesar Rp. 217.501.500,
Khusus di tahun ini karena ketatnya peraturan dan sistem yang langsung umum bebas dan rahasia inilah yang memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan lelang jalan sehingga bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Dilihat dari latar belakang para peserta lelang memang tidak bisa diremehkan soalnya mereka rata-rata juga pengusaha ada yang dibidang pertambangan dibidang pendidikan, suplayer dll, namun beberapa pengamat memang tidak bisa mempresiksi jika hasil penawaran lelang akan terjual semahal ini, kalau tahun yang lalu penawaran tertinggi hanya berkisar 40 jutaan yang dimenangkan oleh Bpk Betty seorang pengusaha konveksi asal Dusun Sumbersuko I, kali ini dia mengikuti lagi tapi atas nama saudaranya hal ini tidak jadi masalah meskipun dulu jadi pemenang karena sudah ada kesepakatan sebelumnya, lain lagi dengan peserta lelang Bpk Seniman dari Jatikunci orangnya lucu disamping sopir dia pengusaha blantik, sapinya banyak sekali dia merasa bangga meskipun kalah “uang ini nanti saya belikan sapi lagi?, karena barusan sapi saya laku dua ekor jadi saya beranikan diri untuk ikut lelang, nah kalau tadi saya menang lelang perangkat desa tak kasih sapi satu satu” selorohnya sambil tertawa.

Akhirnya tim Portal Sumbersuko dan seluruh perangkat Desa Sumbersuko mengucapkan selamat kepada Bpk Ismail selaku pemenang lelang Portal jalan Desa untuk tahun 2015 semoga barokah terhadap perkembangan dan kemuajuan Desa Sumbersuko, amin

Berikut dokumentasi musyawarah lelang Portal jalan Sumbersuko.













Sabtu, 27 Desember 2014

RAPAT AKHIR TAHUN WARGA DUSUN SUMBERINGIN I




Portal Sumbersuko :
Pembangunan dusun Sumberingin I dalam kurun waktu 5 tahun (2009 – 2014) sudah memenuhi target penuntasan pembangunan dalam RPJMDes namun ada beberapa hal yang sampai saat ini masih dalam tahap pembenahan yaitu fasilitas air bersih dan tukang sapu jalan Protokol, untuk itu pada rapat yang digelar pada hari Jumat kemarin (26/12/2014) bakda isya’ telah memberikan langkah-langkah positif dalam penangannya hal ini telah di sampaikan oleh Bpk Musodikin selaku Kasun Sumberingin I.
Agenda rapat pada malam itu antara lain :
1.       Laporan kas keuangan Dusun
2.       Laporan hasil Portal Jalan
3.       Laporan Pegawai tukang sapu jalan
4.       Laporan Pengairan
5.       Pembuatan RPJMDusun periode (2015-2020)

Menyoal tetang keberadaan air bersih  seperti yang telah di sampaikan oleh Bpk M. Hadi selaku sekretaris Pengairan Dusun Sumberingin I, bahwa pada minggu lusa telah terjadi banjir bandang di sungai Sumberdandang Dusun Ngampir Desa Sumbergedang Pandaan, dimana disitu letak sumber air yang menuju ke Dusun Sumberingin I disana juga banyak sumber sumber  yang mengalir ke PDAM maupun dusun-dusun lain di sekitarnya “ pipanya memang melintasi sungai” sehingga tidak kuat menahan arus banjir yang sangat kuat akhirnya hanyut terbawa arus dan menyebabkan hilangnya 14 lonjor paralon dan 3 lonjor pipa 4 dim, pada rapat itu di temukan solusinya yaitu “pipa yang dulunya melewati sungai kini akan dialihkan melintas di atas sungai, medannya memang sangat sulit arahnya menajam ke bawah dalamnya kurang lebih 20 meter, kalau sungai sih cuman sekirat 6 meter ” tutur Bpk Suwarno Selaku Ketua Pengairan Sumberingin. Sehingga diputuskan pada rapat itu bahwa pipa nanti akan di pasang melintasi sungai dengan cara di katrol dan diberi penahan yang kuat. Untuk memperlancar jalannya proses pembenahan pipa tersebut sebagian warga diitruksikan oleh Bpk Kasun untuk mengikuti kerja bakti pada hari minggu besok (28/12/2014) kurang lebih ada sekitar 100 KK yang akan melakukan gotong royong. Perlu di ketahui juga bahwa pipa yang dipasang itu dulu adalah bantuan dari PT. Gudang Garam Tbk. Dan pihak pengiran Dusun Sumberingin I sudah mengkorfirmasikan ke pimpinan perusahaan atas musibah banjir bandang ini.
 



Pembahasan lain yang cukup menjadi perhatian adalah tukang sapu jalan dimana kondisi ini selalu bergantian orangnya, semoga kali ini tidak karena mungkin pak Nadi yang menjadi tukang sapu sejak beberapa bulan yang lalu tetap bisa di pertahankan dia tipe pekerja keras dan mendapatkan honor harianya sebesar lima puluh ribu (50.000) kerjanya mulai pukul 8 s/d 4 sore menyapu jalan jalan protocol kanan kiri di Dusun Sumberingin I, beberapa tokoh mansyarakat menghendaki agar honor pak Nadi ini dinaikkan atau dibuat sif  2  orang tukang sapu sehingga tidak memberatkan beban pak Nadi.

Mengenai pembangunan jangka menengah Dusun Sumberingin I (RPJMDsn) untuk periode 2015 – 2020 yang nantinya akan di ajukan ke tingkat Desa telah disepakati antara lain :
1.       Rehabilitasi Aspal Hotmik A1 Jalan Protokol Sumberingin
2.       Pembehanan Gorong-gorong
3.       Rehabilitasi Pavingisasi Jalan masjid AT Taufiq
4.       Rehabilitasi saluran irigasi di belakang rumah Bpk H. Samsul Huda
5.       Penambahan Bis beton untuk sanitasi
6.       Rehabilitasi aliran Sungai di Lapangan Wonogriyo
------------------
Wartawan Desa,