News Update!

Kamis, 24 September 2015

SEMARAK HARI RAYA IDUL ADHA1436 H DI DUSUN SUMBERINGIN I



SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1436 H

Peristiwa awal adanya qurban adalah bermula kepada Nabi Ibrahim as dan keluarganya dengan pengorbanan demi pengorbanan yang di laluinya. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar dari seorang ayah melebihi pengorbanan agar meninggalkan putra dan istri yang paling dicintainya. Tetapi itu semua dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dengan penuh ikhlas menyambut seruan Allah yaitu seruan dakwah. Peristiwa ini diabadikan Allah dalam Al-Qur’an dalam surat Ibrahim 37;


رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ


 “Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur”

Disebutkan dalam riwayat, ketika Nabi Ibrahim AS akan meninggalkan putranya Ismail as dan istrinya siti Hajar, saat itu dalam kondisi menyusui. Dan ketika Nabi Ibrahim as meninggalkan keduanya dan memalingkan wajah dari keduanya, siti Hajar bangkit dan memegang baju Ibrahim AS dan berkata, “Wahai Ibrahim mau pergi ke mana, engkau meninggalkan kami di sini dan tidak ada yang mencukupi kebutuhan kami?”. Nabi Ibrahim tidak menjawab, dan ketika siti Hajar terus-menerus memanggil sedang Nabi Ibrahim tidak menjawab, siti Hajar berkata, “Apakah Allah yang menyuruhmu seperti ini? Nabi Ibrahim as menjawab, “Ya’. Siti Hajar berkata, “Kalau begitu pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan kita”.
Dan puncak dari pengorbanan itu, manakala datang perintah yang lebih tidak masuk akal lagi dalam segi logika dari sebelumnya, yaitu perintah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Hal ini pasti tidak akan bisa di lakukan oleh orang yang Imannya belum sempurna.
Ketika Nabi Ismail berusia 9 tahun (ada yang mengatakan 13 tahun), pada waktu itu bertepatan pada malam tanggal 8 Zulhijjah, Nabi Ibrahim tidur dan bermimpi. Dalam mimpi tersebut, seseorang berkata kepada beliau “Wahai Ibrahim, tepatilah janjimu !”. Setelah terbangun pada pagi hari, berliau berpikir dan mengangan-angan, dan berkata pada dirinya “Apakah mimpi itu dari Allah ataukah dari setan ?”.
Pada malam harinya beliau tidur dan bermimpi seperti mimpi yang pertama. Setelah terbangun pada keesokan hari, beliau mengetahui bahwa mimpi tersebut adalah benar-benar berasal dari Allah. Peristiwa itu bertepatan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Begitulah sejarah singkat Qurban Idul Adha diawal sejarahnya.
Namun hal ini tidak kalah menarik seperti yang terjadi di Dusun Sumberingin I, sebagian besar warga berduyun duyun untuk melaksanakan qurban kolektif yang di selenggaran Pengurus masjid Jami At-Taufiq Sumberingin I dan kelompok pengajian Muslimat NU melalui jamaah qubro serta beberapa warga juga melakukan qurban sendiri di tempat mereka.
Jumlah qurban di Masjid Jami At-Taufi 3 sapi dan 8 kambing diselenggarakan di halam masjid, Pengajian Kubro Muslimat ranting 1 ekor sapi 5 ekor Kambing, Hj. Sundusiyah 2 ekor kambing, Lamad 1 ekor kambing, dan beberapa kambing yang sembelih di Sumberingin kulon/ Arkul I juga melaksanakan penyembelihan hewan qurban, mau tau fotonya, … yuk kita lihat;
 Suasana Penyembelihan Qurban di depan Masjid At-Taufiq










 Suasana Penyembelihan Qurban di kediaman H. Abah Yusuf Sumberingin I







 H. Abah Yusuf memantau kondisi Penyembelihan Qurban di Halaman belakang rumahnya
 Penyembelihan hewan qurban di halaman rumah Lamad HR



0 comments:

Posting Komentar

Silahkan di komentari yang sopan dan santun, komentar langsung muncul disini, pilih anonymous atau lainnya, oke