News Update!

Kamis, 04 Februari 2016

APAKAH PERUSAHAAN DI SUMBERSUKO SUDAH MENANAM POHON ?...

Portal Sumbersuko 
-----------------------------
Lereng gunung Penanggungan rawan longsor mengingat intensitas hujan dibulan Februari cukup tinggi,
Menurut pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor diawali oleh air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

Tanah longsor terjadi karena oleh adanya gerakan tanah sebagai akibat dari bergeraknya masa tanah atau batuan yang bergerak di sepanjang lereng atau di luar lereng karena faktor gravitasi. Kekuatan-kekuatan gravitasi yang dipaksakan pada tanah-tanah miring melebihi kekuatan memecah ke samping yang mempertahankan tanah-tanah tersebut pada posisinya. Kandungan air yang tinggi menjadikan tanah menjadi lebih berat, yang meningkatkan beban, dan mengurangi kekuatan memecah ke sampingnya. Dengan kondisi-kondisi ini curah hujan yang lebat atau banjir lebih mungkin terjadi tanah longsor. 
--------
Ancaman bencana akibat lahan hutan yang kritis disadari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 12.674 hektar hutan kritis yang menjadi kewenangan Pemkab Pasuruan, ditargetkan sudah tertanami pohon lima tahun mendatang.
“Seluruh lahan yang kritis ditargetkan dalam 5 tahun, dapat tertangani semua dengan kewajiban yang dibebankan kepada perusahaan-perusahaan. Tapi juga bukan hanya sebatas menanam, mereka juga berkewajiban merawatnya dengan melibatkan masyarakat sekitar,” kata Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Kamis (4/2/2016).
Kabupaten Pasuruan yang dikelilingi gunung, lanjut Irsyad, memberikan kekayaan dengan melimpahnya sumber air, hingga banyak investor yang masuk.
“Agar sumber air tetap lestari, kami wajibkan perusahaan yang mengambil air untuk menanam pohon,” tandasnya.
Pemkab Pasuruan memutuskan dan mewajibkan bagi perusahaan perusahaan yang memanfaatkan air, untuk menanam pohon. Setiap pengambilan air dengan debit 1 liter/detik, diwajibkan menanam 1,4 ha atau setara 400 pohon.
Penanaman sebagai wujud pelestarian alam akan diwariskan kepada anak cucu. Selain itu, dengan penanaman ini, keseimbangan alam terjaga dan mencegah bencana berupa tanah longsor, banjir maupun kekeringan.:

Sumber : http://www.wartabromo.com/2016/02/04/perusahaan-diwajibkan-tanam-pohon-di-hutan-kritis/ 

Jenis-Jenis Tanah Longsor

Ada enam jenis tarbanyak memakan korban jiwa manusia adalah aliran bahan rombakan.
1. Longsoran Translasilongsor translasi Longsoran translasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelom-bang landai.
2. Longsoran Rotasilongsor rotasi Longsoran rotasi adalah bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.
3. Pergerakan Bloklongsor blok Pergerakan blok adalah perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu.
4. Runtuhan Baturuntuhan batu Runtuhan batu terjadi ketika sejumlah besar batuan atau material lain bergerak ke bawah dengan cara jatuh bebas. Umumnya terjadi pada lereng yang terjal hingga menggantung, terutama di daerah pantai. Batu-batu besar yang jatuh dapat menyebabkan kerusakan yang parah.
5. Rayapan Tanahrayapan tanah Rayapan tanah adalah jenis tanah longsor yang bergerak lambat. Jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Jenis tanah longsor ini hampir tidak dapat dikenali. Setelah waktu yang cukup lama, longsor jenis rayapan ini bisa menyebab-kan tiang-tiang telepon, pohon, atau rumah miring ke bawah.
6. Aliran Bahan Rombakanaliran bahan rombakan Jenis tanah longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air. Kecepatan aliran tergantung pada kemiringan lereng, volume dan tekanan air, dan jenis materialnya. Gerakannya terjadi di sepanjang lembah dan mampu mencapai ratusan meter jauhnya. Di beberapa tempat bisa sampai ribuan meter, seperti di daerah aliran sungai di sekitar gunungapi. Aliran tanah ini dapat menelan korban cukup banyak.

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan di komentari yang sopan dan santun, komentar langsung muncul disini, pilih anonymous atau lainnya, oke