News Update!

Selasa, 04 September 2018

SINAU CANDI BELAHAN UNTUK MEMBANGUN MASA DEPAN

SINAU CANDI BELAHAN UNTUK MEMBANGUN MASA DEPAN


Begitu banyak negeri kujalani, yang masyhur permai dikata orang… Tetapi kampung dan rumahku, di sanalah ku merasa tentram…
Kalimat di atas merupakan kutipan syair lagu Nasional yang berjudul Tanah Air. Kira kira seperti itulah perasaan yang tergambar dari senyum Cak Jasmani, saat tiba di markas Sulthon Penanggungan dan bersalaman dengan para Pegiat SP yang sore itu menaikkan segala peralatan dan kebutuhan untuk acara rutin Maiyah yang kali ini diselenggarakan di komplek candi Belahan.
Cak Jasmani adalah warga Pasuruan yang bertahun-tahun berada di negeri ginseng, dan sempat melingkar di simpul Maiyah Tong il Qoryah di Korea. Kecintaannya pada Maiyah telah mengantarkan beliau menemukan simpul Maiyah Sulthon Penanggungan. Melingkar dan Sinau Bareng bersama SP adalah salah satu dari beberapa motivasi besar yang membuat ia semakin bersemangat untuk kembali menghirup udara negeri merah putih ini. Terhitung tiga hari setelah kedatangannya dari Korea, kegiatan bepergian perdananya adalah dengan mendatangi markas SP.
Seperti kebiasaan orang Maiyah, suasana keakraban dan kemesraan langsung terasa, ia langsung bersinergi bersama para Pegiat SP.


Sekitar pukul 16.30 WIB mobil pengangkut perlengkapan berangkat menuju candi Belahan, diiringi beberapa Pegiat yang berangkat mengendarai motornya.
Sepanjang perjalanan terlihat pemandangan alam sekitar Penanggungan yang terlihat eksotis di bawah temaram senja. Memasuki kawasan Candi Belahan, terlihat beberapa Pegiat yang berada di atas mobil berdoa, ‘uluk salam’ dan kirim Fatihah yang ditujukan untuk semesta Belahan.
Setiba di area parkir candi Belahan, rombongan disambut beberapa jamaah Belahan yang dipunggawai oleh Cak Sama’i. Dengan kompak segala perlengkapan segera diturunkan dan ditata sesuai rencana.
Setelah istirahat sejenak untuk sholat Maghrib, kegiatan ‘mbeber kloso’ dilanjutkan dan selesai tepat waktu meski mengalami sedikit kendala instalasi listrik. Maiyahan kali ini terasa sangat spesial, pesertanya menggambarkan dengan jelas tentang sinergi generasi muda dan generasi tua. Yaitu rombongan dari sebuah padepokan dari Mojokerto yang diasuh Ki Wiro Abdur Rohman dengan ciri khas blangkon dan udheng nya. Kemudian anak-anak muda Maiyah dengan ciri khas kopyah merah-putihnya.Dari para generasi tua terpancar luasnya pengetahuan tentang nilainnilai luhur masa lampau, sesuai semboyan “memayu hayuning bawana”.


Dari kopyah merah-putih yang dipakai oleh jamaah Maiyah, mengingatkan benak pada sebuah hadits yang berbunyi, “Dari Tsauban, Rasulullah Saw bersabda: Sesungguhnya Allah melipat bumi untukku hingga saya dapat melihat timur serta baratnya. Sebenarnya kekuasaan ummatku bakal meraih apa yang sudah dinampakkan untukku. Aku diberi dua perbendaharaan besar yaitu warna merah dan putih. Aku bermohon kepada Tuhanku untuk ummatku supaya Dia tak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh dan supaya Dia tidak memberikan kuasa kepada musuh terkecuali diri mereka sendiri yang menyerang sesama mereka.” (HR. Muslim)

Dari hadits tersebut dapat menjadi gambaran bahwa mereka generasi Maiyah adalah generasi yang terus menebar salam, dengan perpaduan antara keberanian dan kesucian (as syaja’ah wa nadhafah) yang tak pernah kekeringan akan cinta kepada Allah, Rasulullah, dan sesama makhluk.Pukul 20.00 WIB, acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Nabi yang terasa begitu hikmat seolah telah berpadu dengan kesakralan situs patirtan Sumber Tetek.

Setelah membuka acara, Cak Hasan selaku moderator kemudian mempersilahkan para sesepuh untuk memperkenalkan diri dan memberi sambutan.
Suasana cair terasa saat Cak Sama’i membawakan puisi tentang Mpu Bharadah dan Airlangga, yang berisi pesan pesan indah yang terangkai dari huruf-huruf awal nama kedua tokoh tersebut. Kemesraan berlanjut saat suara merdu mbak Lia melantunkan lagu “Deen assalam” disambung dengan lagu Kebyar-Kebyar yang spontan langsung diikuti koor audiens. Suasana makin menghangat saat semua yang hadir berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.Cukup banyak ilmu yang didapat dari tema “Semesta Belahan” kemarin. Mulai dari sejarah Prabu Airlangga, kejayaan Nusantara di masa lalu, hingga konsep kepemimpinan para leluhur zaman dahulu.

Makna relief, dan simbolisasi dari arca-arca yang berada di area candi juga dijelaskan dari berbagai sudut. Mulai dari sisi spiritual yang menjelaskan tentang salah satu arca Dewi yang sekarang tidak lagi memancarkan air karena terlalu sering dipakai untuk ritual yang bersifat negatif. Kemudian dari sudut sains yang menyebutkan tentang penelitian kandungan zat mineral dari air candi Belahan, yang kemudian melahirkan sebuah spekulasi tentang kebijakan para leluhur untuk melindungi kandungan bumi agar di hari depan tidak terjadi eksploitasi dengan membangun bangunan sakral di atasnya.
Dari sisi teknologi dijelaskan tentang sistem penempelan batu atau bata yang dipakai dalam pembangunan candi dengan sistem ikatan antar pori-pori.
Dari penjelasan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, spiritual, dan teknologi para leluhur Nusantara sebenarnya begitu penting untuk digali sebagai bekal membangun negeri ini di masa yang akan datang.
Para sesepuh sangat mengapresiasi kegiatan Maiyah yang mengangkat tema Semesta Belahan malam kemarin, senada dengan tanggapan dari Babinkamtibmas yang juga hadir bersama petugas Babinsa.
Kehadiran rombongan sedulur dari Simpul Maiyah Paseban Majapahit Mojokerto di tengah acara seolah melengkapi ke-‘spesial’-an acara malam itu. Tepat tengah malam acara resmi diakhiri setelah sebelumnya membaca doa khotmil Qur’an dan sholawat penutup yang dipimpin cak Taufiq, dilanjutkan Doa oleh Gus Nur Wahid dari Sidoarjo.
Di antara sejuknya udara candi Belahan yang menerbangkan partikel partikel air yang memancar dari arca Dewi Laksmi lambang kemakmuran, terlihat wajah wajah bercahaya penuh dengan semangat pensucian diri dan perjuangan menapaki kemuliaan.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, Bangsaku, rakyatku, Semuanya… Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya…
“Makanlah dari rezeki yang dianugerahkan Tuhan kalian dan bersyukurlah kepadaNya!’. Baldatun thoyyibatun wa robbun ghofĂ»r”.
Fasubhanalladzi biyadihi malakutu kulli syai-in wa ilaihi turja’un. 

Sumber :  https://www.caknun.com/2018/sinau-candi-belahan-untuk-membangun-masa-depan/

Minggu, 05 Agustus 2018

ANIVERSARY PONPES NGALAH KE 33













Ulang Tahun Pondok Pesantren Ngalah benar benar Spesial performance,  penampilan membahana dari seluruh elemen santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ngalah.

ada ikrar perdamaian dan pelepasan burung merpati sebagai simbol kedamaian
Sebuah konser amal akan disuguhkan dan menjadi sejarah peradaban.

Konser yang bertajuk "Harmony in Diversity" digelar di area Golf The Taman Dayu Pandaan, Pasuruan, Sabtu (4/8/2018).
Rencananya, konser yang bertujuan untuk menghargai sebuah keberagaman dan damai dalam sebuah harmoni keindahan ini  dimulai sekira pukul 16.30.

Panggung yang megah, penataan cahaya yang mewah, dan di alam terbuka akan menambah suasana kedamaian.

Penampilan dari kelompok orkestra Stradivari Orchestra dari Surabaya. Akan ada beberapa lagu yang dibawakan. Lau - lagu yang easy listening. Artinya lagu yang mudah diterima di semua kalangan. Perpaduan yang cantik dari 80 pemain orkestra dan didukung 70 orang yang tergabung dalam satu grup paduan suara.

MAIYAHAN PUNCAK PENANGGUNGAN






Reportase Majelis Maiyah Sulthon Penanggungan 28 Juli 2018 Rasa pegal di kaki rasanya belum hilang saat reportase ini ditulis. Begitu juga dengan para peserta Sambang Penanggungan lainnya yang harus beraktivitas seperti biasa meski rasa lelah setelah mendaki belumlah hilang. Ada yang harus pergi ke pasar dini hari untuk memenuhi kebutuhan warungnya, maupun yang bekerja sebagai karyawan perusahaan harus kembali berkonsentrasi pada tugasnya. Bahkan Cak Wirahadi peserta dari Kedawung Pasuruan yang berjarak 45 km dari Markas SP, harus turun lebih awal jam 10:00 WIB karena pukul empat sore harus menjalani rutinitas kerja di perusahaannya. Tak terbayangkan bagaimana lelahnya turun gunung dan langsung bekerja sampai malam hari. Namun, semua konsekuensi itu pastinya telah disadari masing masing peserta. Sebab, seperti itulah realita kehidupan, di mana kita harus selalu berjuang dalam setiap keadaan, memanajemeni setiap tekanan, kebutuhan, keperluan, keputusan, dan kenyataan dengan terus menyandarkan diri kepada Yang Maha Baik. Seperti perbuatan (amal) lainnya semacam bekerja, bepergian, berkumpul, semuanya dapat bernilai ibadah, yang mana pahalanya ditentukan oleh niat danoutput kebaikan yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Begitu juga kegiatan mendaki gunung pun dapat diharapkan menjadi sarana (wasilah) yang tujuan (ghoyah)-nya adalah lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Semesta.Harus ada peningkatan kebaikan pasca pendakian, sebagaimana sholat yangoutput utamanya selalu berkomunikasi dengan Allah di setiap keadaan, hingga tercegah dari perbuatan keji dan munkar. Atau puasa yang target utamanya menjadikan kita mampu menahan diri dari segala yang menjauhkan dari Allah.Jika boleh diibaratkan, mendaki gunung itu seperti ibadah haji yang membutuhkan kesiapan mental dan fisik, yang harus ditata sejak perencanaan, agar di waktu pelaksanaannya berjalan baik dan benar.Dalam kurun waktu sebulan, para Pegiat Sulthon Penanggungan membuat perencanaan dan menyiapkan segala kebutuhan. Mengatur semua yang berkaitan dengan kegiatan Sambang Penanggungan, mulai dari pendataan peserta, perlengkapan, manajemen sampah dan sebagainya.Sabtu, 28 Juli 2018. Pukul 14.15 para peserta berkumpul di Markas SP. Para Pegiat memeriksa kembali perlengkapan sambil menunggu semua peserta berkumpul untuk didata. Saat panggilan Ashar berkumandang, para peserta bergegas menuju Masjid At-Taufiq yang hanya berjarak 50 meter dari tempat berkumpul untuk sholat berjamaah.Setelah selesai sholat ashar, para peserta didata dan dibagi menjadi tiga grup untuk memudahkan koordinasi. Dilanjutkan doa bersama, kemudian berangkat menuju Pos 1 di Tamiajeng sebagai start awal pendakian. Sampai di lokasi, setelah urusan administrasi selesai tim SAR telah siap untuk memberikan briefing tentang pendakian. Bakda sholat Maghrib, sekitar pukul 18:30 perjalanan mendaki dimulai, ditemani seorang personel tim SAR Penanggungan.Dengan berbagai dinamikanya, rata-rata peserta tiba di Puncak Bayangan sekitar jam 21:30 setelah melewati Pos 2, 3, dan 4. Ini termasuk cepat untuk ukuran pemula. Bahkan terdapat peserta yang berusia kepala lima ikut finishterdepan karena di beberapa pos itu hanya berhenti sebentar untuk atur ritme nafas.Pelajaran pertama didapat saat salah satu peserta harus ditinggal di Pos 2 karena engkel bermasalah. Di sini kemampuan berkoordinasi mulai diuji. Namun sebagai Orang Maiyah yang selalu diajarkan untuk presisi dalam segala hal, semua dapat terlewati dengan baik. Sebab, keputusan untuk meninggalkan adalah atas kesediaan ditinggalkan yang keluar dari pemahaman akan kapasitas diri.Dan yang meninggalkan pun atas keyakinan bahwa yang ditinggalkan adalah seorang yang mampu mengatasi dirinya dengan baik. Tak ayal, setelah merasa lebih fit, beliau kembali ke Pos 1 untuk pijat. Kemudian dengan semangat kebersamaan yang kuat, beliau membuat kejutan ketika jam 4:10 WIB memberi kabar bahwa dirinya telah sampai di Puncak Bayangan di saat tim sedang perjalanan ke Puncak Penanggungan. Dari sini didapatkan pelajaran tentang memahami kemampuan diri dan semangat juang yang tak pernah padam. Dari 25 peserta, semua tiba dengan selamat di Puncak Bayangan. Banyak pelajaran yang didapat selama dalam perjalanan. Seperti kerelaan untuk membawa dua beban meringankan orang lain yang tak kuat, atau rela sampai belakangan karena menunggu rekan yang beristirahat lama karena kelelahan.Tercatat tim pertama yang datang jam 21:00, 21:30, 22:00, dan 01:00. Kemudian memutuskan mendirikan tenda di Puncak Bayangan atas pertimbangan kondisi mayoritas peserta.Setelah beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga, dengan melihat kondisi fisik, maka hanya 15 peserta yang memutuskan melanjutkan perjalanan ke Puncak Penanggungan. Sisanya menunggu di tenda sekaligus menjaga logistik.Pendakian dari Puncak Bayangan dimulai pukul 03.30 WIB dengan harapan saat waktu subuh telah sampai di Puncak Penanggungan. Namun sekali lagi rencana harus berubah menyesuaikan kondisi fisik. Beberapa peserta ada yang harus sholat subuh di tengah perjalanan.Bahkan ada seorang peserta perempuan yang mengalami AMS atau mual. Ia merasa tak sanggup lagi melanjutkan perjalanan dan bersedia ditinggal sendiri. Berbeda dengan yang ditinggal di Pos 2 yang memang sudah tak diragukan lagi kedaulatannya. Dua orang memutuskan untuk mendampingi. Dialog pun terjadi, dan mampu memberikan motivasi untuk berjuang menuju puncak. Dengan motivasi mengejar waktu subuh, perjalanan dilanjutkan dengan saling mengulurkan tangan dan sampai di puncak tanpa terlewat waktu subuh.Sesampainya di puncak, kopyah Maiyah yang dipakai para peserta dengan sangat mudah dikenali orang orang yang mengerti Maiyah. Tiga orang menghampiri dan menyalami. Ternyata dulur-dulur anggota dari Damar Kedhaton simpul Maiyah Gresik. Menjadi ciri khas Maiyah, keakraban dan kemesraan sangat terasa meski belum pernah bertemu sebelumnya.Betapa perjalanan dan kegiatan Maiyah yang begitu berkesan. Sebanyak 25 orang dengan keistimewaannya masing-masing, dan beberapa orang yang bermaiyahan di puncak, diiringi tasbih alam semesta.Tercatat usia peserta termuda adalah 14 tahun, dan yang tertua berusia 51 tahun. Mereka bahkan berhasil mencapai Puncak Penanggungan. Dari remaja Alif dan Cak Rohman, kita belajar tentang kekompakan antara ayah dan anak. Cak Rudi yang secara usia lebih dari setengah abad mengajarkan tentang kuatnya semangat juang untuk tidak mudah menyerah.Seperti yang telah disinggung sebelumnya, kita pun belajar tentang kemampuan manajemen dan koordinasi, mengenal diri, semangat kebersamaan, kerelaan berkorban, perlindungan, motivasi, sinergi, dan semangat juang.Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).” (QS. Al-Qaf: 7-8)Puji bagi Allah yang menganugerahi manusia hati yang kuat melebihi gunung untuk menerima Qur`an, yang menjadi pedoman sebagai Khalifah di bumi.Sumber :https://www.caknun.com/2018/maiyahan-puncak-penanggungan/

Senin, 11 Juni 2018

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1439 H / 2018


Selendang emas tenunan bali,
Elok dipakai sambil menari,
Pantun dikirim pengganti diri ,
Sebagai tanda silaturrahmi.
Tari guci rentak melayu,
Rentak langkah hitung delapan,
Bulan Syawal di ambang pintu,
Khilaf dan salah mohon dimaafkan.
@yulvando
Anak Macan Mandi di Kali
Kalinya Bersih Tampak Menawan
Perbanyak Amalan di Bulan Suci
Di Idul Fitri Raih Kemenangan
@agusrisdiyan
Burung nuri burung dara,
terbang tinggi di atas awan,
selamat idul fitri wahai saudara,
semoga iman dapat kita tingkatkan
@MRizky17996326
Pantun Ucapan Idul Fitri
Beli ketupat di pasar Rembang
Belinya sama si Fitri
Sebentar lagi 1 Syawal datang
Itu namanya Idul Fitri
Ketupat matang lalu dipotong
Disajikan di piring,
untuk Abang supaya lebih afdhol
Mari kita ucapin: minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
@RKurnia80339768
Nasi kapau jagoan minang
Enak disantap di meja makan
Iedul Fithri sudah menjelang
Khilaf dan salah mohon maafkan
@syahrialan
Ngejar ayam sambil berlari
Berlarinya sampai Palestin
Selamat hari Raya idul Fitri
Mohon maaf lahir dan bathin
Jika diawali dengan bismillah
Maka harus diakhiri dengan hamdalah.
Tibalah kita di hari yang fitrah
Harap dimaafkan segala salah.
Mandi pagi ke telaga
Tiba tiba jumpa anak jin
Saya segenap keluarga
Mengucapkan minal aidin wal faizin
Sayup sayup suara Azan
Berkumandang di pagi hari.
Tak terasa sebentar lagi lebaran
Semoga dosa telah terampuni.
@RapiHarahap
Ketupat di atas pinggan
Beraroma kuah pedas bermerica.
Selamat saudara yang berlebaran
Semoga ukhuwah tetap terpelihara.
@khairuladfal
Satu dua tiga empat
Hari lebaran makan ketupat
Lima enam tujuh delapan
Jangan lupa maaf maafan
@SyahriRules
Di istana ada DILAN
Gak terasa Udah Mau lebaran
Semoga dosa qta di ampuni tuhan
Selamat Hari lebaran
@ahmad_aprilio
Ke Kabanjahe melewati Padang Bulan
Beli oleh-oleh mampir ke toko roti
Sebelum mengucapkan selamat hari lebaran
Segala dosa dan khilaf buanglah dari dalam hati
@bungbangbing

Pantun Ucapan Selamat Idul Fitri

Terbang melayang si burung kuntul,
hinggap di sawah yang habis di panen,
selamat lebaran buat pak Tifatul,
semoga tahun depan ganti presiden
@MRizky17996326
Bulan ramadhan memancing umpan
Umpan bertebaran si kulit kumbang
Neh aye si Komar yg paling tampan
Mau kah eneng lebaran ma abang
@eries_prima
Anak melayu mengail ikan;
Perahu berlabuh di tengah lautan.
Sambil menunggu datangnya lebaran;
Pesan maaf kami sampaikan.
Kecubung batu dari Kalimantan;
Disanding elok dengan berlian.
Berhubung lusa udah lebaran;
Salah dan Khilaf mohon dimaafkan.
Kembang melati sungguhlah indah;
Ditengah taman jadi hiasan.
Hari yang fitri terbayang sudah;
Kalau ada salah mohon dima’afkan.
Makan roti jangan berlari;
Kalaulah jatuh kita yang rugi.
Bersihkan hati sucikan diri;
Sambut hari yang Fitri sebentar lagi.
@mrunaljainofficial

Pantun Lebaran

Solo kota batik.
Bali pulau surga.
Lebaran kita mudik.
Silaturahmi bareng keluarga.
@tatydeyandra
Suara merdu rizky febian
Terdengar Hingga ke BalikPapan
Kami rindu moment lebaran
Kumpul keluarga Maaf-maafan

Ikan TONGKOL nyangkut di GIGI
para SANTRI makan KUACI
Hati DONGKOL buanglah PERGI
Idul FITRI hari yang SUCI

Bikin PENASARAN si tua BANGKA
Kopi IRENG rasanya enak JUGA
Moment LEBARAN itu LANGKA
Kumpul BARENG sama KELUARGA
@bangputra27
Itu ketupat udah dipotong
Semur daging lagi dibikin
Yg banyak duit aku minta tolong
Itu THR segera dibagiin
@Mancah_
Buah rambutan
buah semangka
ayuk tadarusan
setelah berbuka
@nida_lovelyrosa
Dari jauh aku datang,
Bawa rindu tak tertahan,
Tak ada lagi kawan yg hilang,
Kanda bikin ceria lebaran
@mariatiria1
Makan ketupat lauknya teri
Jangan lupa opor ayamnya
Selamat hari Raya Idul Fitri
Maaf lahir batin yaaa

Tarawih lawan kelelahan
Tadarus lawan kemalasan
Ramadan adalah hari pelatihan
Lebaran adalah saat kemenangan
@Likhaaaa_

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1439 H


Rabu, 02 Mei 2018

APAKAH DI SUMBERSUKO ADA PROGRAM SERTIFIKASI TANAH.?...


Admin
-----------------------------
BungRichi


Assalamualaikum ....Saya sbg warga desa Sumber suko mo tanya.....Apakah di desa Sumber suko ada #PROGRAM_PRONA_Sertifikasi_tanah_Programnya_P.Jokowi.... 
Sementara di desa" Lain yg notabene adalah desa tetengga rame rame Mengajukan sertifikasi tanah mereka Lewat kasun masing" dg biaya Lbh terjangkau ,mrk mendptkan Sertifikasi murah dg #PRONA Program Sertifikasi Langsung dr Bpk Presiden...
Di desa kira gimana.... ada kabar...atau memang sengaja dibiarkan / diabaikan ....?

Maaf mewakili keluhan / unek" warga desa Sumber suko ...
 --------------

http://nusantara.rmol.co/read/2018/04/14/335311/Pembuatan-Sertifikat-Tanah-Lewat-PTSL-Gratis-
BPN tidak pernah meminta, menyuruh, apalagi memerintahkan penarikan biaya sertifikat kepada masyarakat, karena di BPN sudah ditegaskan tidak ada biaya dalam pengurusan rona itu alias nol rupiah," tegasnya.

PROGRAM SERTIFIKAT TANAH PRESIDEN JOKOWI
Pembagian sertifikat tanah gratis melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program Presiden Joko Widodo untuk menyisir seluruh wilayah terdata melalui mekanisme sertifikasi secara keseluruhan.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur M Unu Ibnudin menjelaskan, kebutuhan masyarakat akan legalitas sebuah investasi bisa terealisasi melalui program ini.

Sistem yang tadinya rumit dan hanya menunggu inisiatif dari masyarakat, bisa diakomodir dengan mekanisme jemput bola. Tim satgas dari BPN yang berpusat di setiap kantor kelurahan daerah nantinya akan bekerja sama dengan kelurahan untuk mendata wilayah mana saja yang belum tersertifikasi.

"Untuk yang PTSL ini seluruh masyarakat dilayani, mau mampu mau tidak mampu semua dilayani, karena tadi itu lengkap, kan tidak semua wilayah tidak mampu ada juga yang mampu. Melalui program ini semuanya disertifikatkan. Didata oleh kelurahan dan disertifikatkan," jelas dia kepada detikFinance, Kamis (22/3/2018).

Segala pembiayaan adminsitrasi di kantor badan pertanahan nasional (BPN) untuk mekanisme sertifikasi seperti biaya ukur, biaya panitia pemeriksa tanah sampai biaya administrasi pendaftaran, di seluruh cabang di Indonesia biayanya dibayarkan dari APBN.

Langkah ini dikatakan efektif untuk mengejar target 126 juta bidang tanah di tahun 2024 sudah bersertifikat.

Sistemnya, untuk wilayah yang dipilih sebagai kawasan tang akan disisir untuk disertifikasi kata Unu, memang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam satu waktu dan satu wilayah semua masyarakat yang mampu dan tidak mampu akan dihitung luasannya dan disertifikatkan.

"Yang tidak mampu ini dengan program ini dengan menyisir seluruh wilayah ini pasti tersentuh. Dan dia (masyarakat tidak mampu) pasti lebih semangat mumpung ada program, saya nggak punya uang saya sertifikatkan segera. Nah yang punya uang itu nggak usah mengeluarkan uang, kalau mau mensertifikatkan tanahnya seluas apapun nggak apa-apa. Kecuali badan hukum PT, pemilik tanah luas itu nggak boleh," jelas dia

Dirinya menjelaskan, arti dari bahasa Presiden membagi-bagikan sertifikat tanah sebenarnya Presiden datang ke satu wilayah yang sudah disisir program PTSL.

Kemudian presiden yang membagikan langsung setelah sertifikat sudah melalui berbagai tahapan seperti pengumpulan data, verifikasi, penghitungan tanah dan surat-surat yang sudah terselesaikan tersebut oleh pihak BPN. Unu mengaku sistem ini lebih cepat dibandingkan cara pendaftaran sertifikasi tanah yang dilakukan individu.

Pasalnya pelayanan sertifikasi dibuat seperti jemput bola dengan pusat pengelolaan dan sistem di setiap kantor kelurahan di setiap daerah hal ini dilakukan untuk mengelola dan mengurus kepentingan sertifikat di dalam satu lingkungan secara menyeluruh secara bertahap.

"Jadi kan kata bagi-bagi sertifikat itu maksudnya bukan bagi-bagi tapi menyerahkan sertifikat tanah kepada pemiliknya yang sudah mengikuti melalui program PTSL, hal ini dilakukan untuk mendaftar supaya tanah di Indonesia terdaftar seluruhnya," kata dia.

Skema pendaftaran PTSL seluruhnya hampir sama seperti penyertaan dokumen untuk sertifikasi tanah negara dan juga tanah girik atau milik pribadi. Namun jika pendaftar sertifikat tanah secara individu membutuhkan durasi 60 sampai 120 hari karena wilayahnya terpencar pencar. Berbeda dengan PTSL yang hanya membutuhkan waktu 45 hari setelah berkas lengkap diserahkan pada BPN yang ada di kelurahan.


https://finance.detik.com/properti/d-3937118/alasan-jokowi-bagi-sertifikat-tanah-gratis

Senin, 30 April 2018

APBDES 2018 DESA SUMBERSUKO 2,3 MILYAR TERBESAR SE KABUPATEN PASURUAN


Adim 
Admin Portal Sumbersuko
-----------------------------------


APBDES 2018 DESA SUMBERSUKO 2,3 MILYAR TERBESAR SE KABUPATEN PASURUAN

Rapat pembahasan anggaran tahun 2018 Pemerintah Desa Sumbersuko telah di laksanakan pada 26/4/2018. Total pemasukan dana sebesar  Rp. 2.352.732.000, sumber dana tersebut diperoleh dari   PAD (Pendapatan asli Desa) sebesar Rp. 308.000.000. DD (Dana Desa) Rp. 757.191.000. Bagi hasil Cukai Rp. 577.457.000 Pembagian APBD Kab. Rp. 440.000.000 Bantuan khusus Pemkab Rp. 270.000.000

Adapun anggaran belanja Pemerintah Desa Sumbersuko di tahun 2018 sebesar 2,4 Milyar penggunaan  dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan Infrastruktur  60% dan 20% Pemberdayaan Masyarakat 10% dan belanja pegawai 10%.

Infrastruktur menduduki urutan terbesar dalam pengeluaran anggaran karena banyak  fasilitas desa yang  belum dibangun secara keseluruhan.

Sumbersuko mendapatkan dana besar karena ada beberapa faktor antara lain Perusahaan PT. Gudang Garam Tbk. Sebagai sumbangsih terbesar. Meningkatnya pusat aktivitas ekonomi warga pendatang yang bekerja di perusahaan Desa Sumbersuko.

Rapat tersebut dihadiri oleh muspika kecamatan Gempol dan seluruh perangkat Desa Sumbersuko